BANDUNG, //Patroli88Investigasi.com - Memaknai kembali nilai luhur Sumpah Pemuda melalui ikrar satu nusantara, satu bangsa, dan satu bahasa merupakan kunci utama dalam membangun serta memperkuat rasa nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung, Prof. Dr. H. Idzam Fautanu, M.Ag., saat memberikan tinjauan yuridis dan sosiologis dalam kegiatan Silaturahmi Kamtibmas yang diinisiasi oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki S.I.K., M.H dan dihadiri oleh para tokoh agama, rektor, dan akademisi se-Jawa Barat di Mapolda Jabar, Bandung, Selasa (27/10/2026)
- Dalam pandangannya, Prof. Idzam Fautanu menyampaikan bahwa seluruh nilai kebangsaan tersebut harus senantiasa berpijak dan berlandaskan pada Pancasila serta Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Kecintaan terhadap tanah air dan upaya merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diimplementasikan secara nyata melalui komitmen kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari.
Lebih lanjut, Prof. Idzam menekankan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang memberikan ruang luas bagi warganya untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum. Kendati demikian, beliau mengingatkan agar setiap kebebasan berekspresi tersebut wajib dilakukan secara santun, beretika, serta menjauhi segala bentuk tindakan anarkis yang dapat merusak ketertiban umum.
- Beliau juga menambahkan bahwa penyampaian pendapat di ruang publik harus senantiasa berjalan di dalam koridor hukum yang berlaku. Sikap kritis masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan terdidik, perlu diiringi dengan tanggung jawab moral yang tinggi agar tidak berujung pada pelanggaran hukum maupun tindakan yang merugikan stabilitas keamanan wilayah.
Menutup pandangannya, Prof. Idzam Fautanu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan makna pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia melalui tindakan-tindakan yang konstruktif. Dengan mengedepankan dialog, menolak provokasi, serta menjunjung tinggi demokrasi yang santun, kita dapat bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan keutuhan Indonesia tercinta.
(Suwardi Crb)

