_*Taliwang, patroli88investigasi.com_* – Kabupaten Sumbawa Barat, Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kuantitas program yang diluncurkan, melainkan dari bagaimana potensi lokal diintegrasikan menjadi mesin pertumbuhan baru. Filosofi inilah yang mendasari gerakan KSB Maju Luar Biasa di Kabupaten Sumbawa Barat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumbawa Barat, Dedy Damhudy M. Khatim, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah daerah setempat mengadopsi pendekatan terintegrasi yang membagi pembangunan ke dalam tiga klaster strategis: pariwisata, ketahanan pangan (pertanian, peternakan, perikanan), dan sektor industri. Pada klaster industri, fokus dialihkan pada hilirisasi total untuk memastikan komoditas mentah diolah secara internal guna memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal bagi masyarakat.
Namun, cetak biru industri yang agresif ini memerlukan sokongan SDM mumpuni dan kemandirian fiskal yang kuat. Mengatasi tantangan tersebut, Pemkab KSB menempuh dua langkah taktis:
1. Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja: Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk sertifikasi berbasis kebutuhan pasar.
2. Optimalisasi PAD: Memaksimalkan Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA).
”Langkah optimalisasi fiskal dari sektor tenaga kerja asing ini terbukti efektif. Pada tahun 2025, kontribusi perpanjangan Rencana Penggunaan TKA (RPTKA) menyumbang Rp4,6 miliar ke kas daerah. Dengan tren yang terus meningkat di tahun 2026, dana kompensasi ini menjadi salah satu pilar penopang ruang fiskal daerah untuk mendanai berbagai program kerakyatan yang berkelanjutan,” ujar Kadis Kominfo melalui rilis resmi, Senin, 14 September 2026. *(R. Taka)*
