KUNINGAN – Berdasarkan hasil monitoring dan pemadaman di lapangan, sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) kini berhasil dipadamkan. Kendati demikian, tim gabungan lintas instansi yang dipimpin langsung Kapolres Kuningan masih terus disiagakan di lokasi untuk melakukan upaya pendinginan (cooling down) secara intensif. Sabtu (24/10/2026).
Operasi penanganan darurat di lapangan dipimpin langsung oleh Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., bersama Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., dengan menyisir langsung titik rawan utama di Blok Bukit Seribu Bintang (BSB).
Jajaran pimpinan daerah dan lintas sektoral turut hadir mengawal jalannya pemadaman, antara lain Kalak BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana, S.T.P., Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., C.P.H.R., Wakapolres Majalengka Kompol Ngadiman, S.Kom., M.M., Pjs. Kasdim 0615/Kuningan Mayor Inf Syaefudin, S.I.P., serta Pejabat Utama Polres Kuningan dan Majalengka.
Guna melokalisasi kobaran api yang diperkirakan sempat menghanguskan kawasan seluas kurang lebih 60 hektare, sebanyak 343 personel gabungan diterjunkan. Pasukan terdiri atas unsur Polres Kuningan (45 personel), Polres Majalengka (45 personel), Kodim 0615/Kuningan (70 personel), Yonif TP 839/SA (30 personel), Sat Brimob Batalyon C (20 personel), BPBD gabungan (7 personel), Polisi Hutan lintas wilayah (15 personel), Tagana (10 personel), Baznas (7 personel), serta 95 relawan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Operasi pemadaman darat dibagi ke dalam tiga sektor utama yang paling terdampak:
* Sektor I: Blok Bukit Seribu Bintang (BSB)
* Sektor II: Blok Karang Dinding
* Sektor III: Blok Bintangot
Di jalur darat, para petugas bertaruh tenaga menembus medan lereng terjal, embusan angin kencang, serta keterbatasan sumber air dengan mengandalkan pompa panggul (jet shooter) dan pembuatan sekat bakar (firebreak).
Taktik pemadaman darat tersebut dikombinasikan dengan serangan udara melalui helikopter pengebom air (water bombing) untuk menembak titik api di tebing curam. Tak hanya itu, penanganan karhutla Gunung Ciremai diperkuat dengan pengerahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dimulai pukul 15.18 WIB di atas kawasan Situ Cipariuk, Desa Pasawahan, menggunakan pesawat Grand Caravan 208B (PK-ALA) milik PT Alkonost Aviasi Indonesia.
Kombinasi taktis antara tim pemadam darat, water bombing, dan modifikasi cuaca terbukti ampuh melumpuhkan kobaran api. Seluruh titik api utama dinyatakan padam dan saat ini berada dalam tahap pendinginan (cooling down).
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa meskipun api utama sudah terkendali, ratusan personel TNI-Polri dan relawan tetap disiagakan di posko pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru. Di samping itu, penegakan hukum atas peristiwa ini dipastikan terus berjalan.
"Kami telah memerintahkan jajaran Satuan Reserse Kriminal untuk melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab awal munculnya kebakaran di kawasan BTNGC. Jika terbukti ada unsur kesengajaan, tentu akan kami proses secara tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar AKBP Bellen Anggara Pratama.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat luas dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran atau membuang puntung rokok sembarangan di sekitar kawasan hutan. Seluruh rangkaian operasi berjalan aman, lancar, dan kondusif.
.jpeg)