Raja-Raja Nusantara Hadiri Pangistrenan Wawali Kerajaan Galuh di Keraton Selangga

Patroli88investigasi
0

 


CIAMIS Patroli88investigasi.com– Dewan Pimpinan Daerah Sekber Wartawan Indonesia (DPD SWI) Kabupaten Ciamis menghadiri upacara “Pangistrenan Wawali Kerajaan Galuh” yang digelar di Keraton Selangga Ciamis. Prosesi tersebut menjadi momentum penting dalam pelestarian sejarah dan budaya Galuh.

Dalam acara tersebut, Raden Radik Radinal Mukhtar diistrenan sebagai Raja Galuh. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri perwakilan sejumlah kerajaan dan kesultanan Nusantara, di antaranya Kerajaan Ternate, Puri Blahbatuh Gianyar Bali, Kesultanan Cirebon, serta perwakilan kerajaan dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dan kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa.

Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ciamis, seluruh perangkat daerah, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis H. Nanang Permana, serta berbagai tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ketua DPD SWI Kabupaten Ciamis, Yeyep Arip, mengatakan kehadiran para raja dan perwakilan kerajaan Nusantara menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Ciamis.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bahwa kerajaan-kerajaan Nusantara memberikan dukungan penuh terhadap Kerajaan Galuh. Terbukti dalam acara ini, para raja Nusantara memberikan cendera mata kepada Raja Galuh yang terpilih,” ujar Yeyep.



Menurutnya, kehadiran para perwakilan kerajaan tersebut bukan hanya memperlihatkan dukungan terhadap prosesi penobatan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi serta menggali kembali nilai-nilai sejarah dan budaya Nusantara.

Yeyep berharap momentum tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk semakin mengenalkan sejarah Kerajaan Galuh kepada generasi muda.

“Sejarah Galuh merupakan bagian dari kekayaan sejarah Nusantara. Kita berharap generasi muda dapat mengenal dan memahami sejarah daerahnya sehingga memiliki kebanggaan terhadap budaya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya dalam pidatonya mengingatkan pentingnya masyarakat memahami dan melestarikan sejarah, khususnya sejarah Kerajaan Galuh.

Menurut Herdiat, sejarah bukan hanya cerita masa lalu, melainkan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat yang harus diwariskan kepada generasi penerus.

Ia berharap kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Galuh dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan Pangistrenan Wawali Kerajaan Galuh di Keraton Selangga tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Galuh sekaligus mempererat hubungan antarkerajaan Nusantara.

Bagi insan pers, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam mengangkat kembali sejarah dan kebudayaan lokal agar semakin dikenal masyarakat luas, terutama generasi muda.


Yeyep Arip 

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)