Kuningan, 12 Juni 2026 – //Patroli88investigasi.com Sejumlah warga penghuni Perumahan Kuningan City View Ancaran menyampaikan aspirasi dan protes kepada pihak pengembang, PT DUMIB, agar segera merealisasikan pembangunan fasilitas umum (fasum) dan sarana ibadah berupa masjid yang hingga kini dinilai belum terwujud sebagaimana harapan para penghuni.
- Aspirasi tersebut disampaikan secara terbuka oleh warga dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan agar pengembang memenuhi komitmennya dalam menyediakan fasilitas umum yang layak bagi masyarakat perumahan.
Menurut warga, keberadaan fasum dan masjid bukan sekadar pelengkap kawasan hunian, melainkan kebutuhan mendasar yang menjadi hak seluruh penghuni untuk menunjang aktivitas sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Seiring bertambahnya jumlah penghuni, kebutuhan akan tempat ibadah dan ruang publik dinilai semakin mendesak. Warga mengaku selama ini harus mencari alternatif di luar lingkungan perumahan untuk melaksanakan kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial masyarakat.
"Kami berharap pihak pengembang segera merealisasikan pembangunan fasilitas umum dan masjid sebagaimana yang selama ini menjadi harapan warga. Keberadaan fasilitas tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, harmonis, dan memiliki sarana ibadah yang memadai," ujar salah satu perwakilan warga.
- Selain menyoroti belum terealisasinya pembangunan fasum dan masjid, warga juga mempertanyakan perubahan fungsi bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai kantor pemasaran (marketing office). Menurut informasi yang berkembang di lingkungan perumahan, bangunan tersebut kini digunakan sebagai SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, ketika kebutuhan fasilitas umum dan sarana ibadah masih belum terealisasi, bangunan yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas pemasaran perumahan justru telah beralih fungsi.
- Warga berharap pihak pengembang dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai rencana pembangunan fasilitas umum dan masjid, sekaligus memberikan kepastian terkait pemanfaatan aset dan fasilitas yang berada di lingkungan perumahan.
Meski demikian, warga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi dilakukan secara damai dan tetap mengedepankan dialog. Mereka berharap komunikasi yang baik dapat terjalin antara penghuni, pengembang, dan pihak-pihak terkait sehingga seluruh persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana.
Warga juga meminta instansi pemerintah yang berwenang untuk turut melakukan pengawasan serta memfasilitasi komunikasi antara penghuni dan pengembang demi terciptanya kepastian hukum, transparansi, dan perlindungan hak-hak konsumen perumahan.
"Kami tidak menolak pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun kami berharap hak-hak penghuni yang sejak lama menantikan fasilitas umum dan tempat ibadah juga menjadi perhatian utama. Yang kami minta hanyalah realisasi fasilitas yang memang menjadi kebutuhan warga perumahan," tegas perwakilan warga.
- Dengan adanya perhatian dari seluruh pihak, warga berharap pembangunan fasilitas umum dan masjid di Perumahan Kuningan City View Ancaran dapat segera direalisasikan sehingga lingkungan perumahan dapat berkembang menjadi kawasan hunian yang nyaman, tertata, dan mampu menunjang kehidupan sosial serta keagamaan masyarakat secara berkelanjutan.
(Suwardi Crb)





