patroli88investigasi.com
Benete - Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam mewujudkan sektor pertanian yang modern, sehat, dan berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui capaian positif di Kecamatan Maluk. Bupati H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., secara langsung hadir memantau kegiatan Panen Perdana Padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik yang dilaksanakan di lahan pertanian Desa Benete, pada Kamis (30/04/2026).
Kegiatan ini merupakan buah manis dari kolaborasi strategis melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT AMNT. Keberhasilan panen ini bukan sekadar angka produksi, melainkan menjadi bukti nyata transformasi pola pikir dan budaya bertani masyarakat lokal menuju sistem pertanian organik yang ramah lingkungan namun tetap produktif.
Ketua Presidium Pertanian Organik, Hamzah, memaparkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses pendampingan intensif yang telah berjalan sejak September 2025 lalu. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program ini dan berharap dapat didukung oleh regulasi daerah yang kuat agar pertanian organik dapat tumbuh subur dan terstruktur di KSB.
Harapan serupa juga disampaikan oleh perwakilan petani, Samsudin Majid. Ia mewakili rekan-rekan petani memohon agar dukungan, baik dari pemerintah maupun perusahaan mitra, tidak terputus di tengah jalan. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai sangat krusial hingga para petani benar-benar mampu berdiri di atas kaki sendiri dan mencapai tingkat kemandirian penuh dalam mengelola lahan secara organik.
Mendengar aspirasi tersebut, Bupati Amar Nurmansyah menyatakan rasa bangga dan sukacita melihat hasil yang telah diraih di Desa Benete. Dalam kesempatannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT AMNT yang telah bersinergi membangun desa.
"Keberhasilan di Benete ini harus menjadi titik tolak kemajuan. Saya ingin metode SRI Organik ini tidak berhenti di sini, tapi harus ditularkan kepada petani-petani lainnya di seluruh pelosok KSB," tegas Bupati.
Lebih jauh, Bupati menaruh harapan besar kepada para presidium dan petani yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Ia meminta mereka untuk siap menjadi 'Duta Organik KSB' yang menjadi agen perubahan, membawa ilmu dan pengalaman positif ke daerah-daerah lain.
Dalam visi besarnya, Bupati Amar memproyeksikan Kecamatan Maluk memiliki peran strategis sebagai "Laboratorium" dan "Akuarium" pertanian organik. Maluk dijadikan sebagai laboratorium atau wadah pembelajaran tempat berbagai metode baik dikembangkan, sekaligus menjadi akuarium atau etalase yang menampilkan hasil nyata yang indah dan memikat untuk ditiru oleh kecamatan lainnya.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Bupati langsung memberikan instruksi tegas kepada Kepala Dinas Pertanian, Jamilatun, S.P., M.M.Inov., dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P. Beliau meminta agar segera diformulasikan program pembelajaran berkelanjutan dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Tujuannya jelas, agar manfaat pertanian sehat ini dapat dirasakan secara merata dan meluas ke seluruh wilayah di Bumi Pariri Lema Bariri.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, jajaran manajemen PT AMNT, Forkopimcam Maluk, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ditutup dengan momen simbolis penyerahan beras organik dari Presidium Pertanian Organik kepada Bupati, sebagai tanda keberhasilan praktik pertanian yang sehat dan ramah lingkungan.
R.Taka 88

