-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengolahan Pupuk Konsentrat di Mekarasih Jatigede Dikeluhkan Warga, Pengelola Lakukan Perbaikan

Jumat, 04 September 2026 | September 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T00:44:00Z

Patroli88investigasi.com
SUMEDANG – Aktivitas pengolahan bahan pupuk konsentrat berbahan baku bulu ayam di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, menuai keluhan dari sejumlah warga. Keluhan tersebut berkaitan dengan bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan tersebut.

Sdr. Roni mengaku sebagai penanggung jawab pengelola pengolahan bahan baku pupuk konsentrat mengatakan, pihaknya hanya menerima bulu ayam yang sudah dijemur sebagai bahan baku produksi.


“Untuk bahan baku pupuk konsentrat, menggunakan bulu ayam, Kami hanya menerima bahan baku bulu ayam yang sudah dijemur,” ujar Roni saat ditemui di lokasi, Jumat (4/9/2026).


Ia juga menyebut, saat ini tengah melakukan sejumlah upaya untuk meminimalkan dampak bau tersebut. Diantaranya dengan melakukan pengeboran untuk mendapatkan sumber air.


Selain itu, pengelola juga sedang membuat bak penampungan air yang nantinya akan digunakan dalam proses pengolahan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi timbulnya bau tidak sedap.


“Sekarang kami sedang melakukan pengeboran untuk mendapatkan air, Kami juga sedang membuat bak air yang nantinya akan digunakan untuk meminimalkan timbulnya bau tidak sedap,” ujarnya.


Produksi 200-300 Kilogram Per Hari


Roni menjelaskan, aktivitas produksi pupuk konsentrat tersebut masih berada pada tahap awal. Dalam sehari, produksi diperkirakan mencapai 200 hingga 300 kilogram.


“Produksi baru berjalan sekitar satu minggu. Untuk produksinya, dalam sehari diperkirakan sekitar 200 sampai 300 kilogram,” katanya.


Sementara itu, sejumlah warga sebelumnya mengeluhkan bau menyengat yang muncul sejak adanya aktivitas pengolahan bahan pupuk di wilayah Desa Mekarasih.


Salah seorang warga, Asep, mengatakan bau tersebut kerap tercium pada siang, sore, hingga malam hari.


“Sejak adanya kegiatan pengolahan bahan pupuk, kami sering mencium bau tak sedap yang cukup menyengat. Bau tersebut terutama terasa pada siang dan sore hari, bahkan lebih menyengat pada malam hari,” ujarnya.


Ia berharap pengelola segera melakukan langkah untuk mengurangi atau menghilangkan bau tersebut agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.


“Saya berharap kepada pengelola pengolahan pupuk agar bau tak sedap tersebut bisa diatasi dan tidak lagi mengganggu warga,” katanya.


Pemdes Mekarasih Tindak Lanjuti Keluhan Warga


Keluhan warga terkait bau tak sedap dinilai dari aktivitas pengolahan bahan baku pupuk konsentrat tersebut telah ditindaklanjuti Pemerintah Desa Mekarasih.


Sekretaris Desa Mekarasih, Dudung, mengatakan pihak desa telah mendatangi pengelola usaha bahan baku pupuk konsentrat untuk menyampaikan keluhan yang disampaikan masyarakat.


Menurutnya, pemerintah desa juga telah mengirim surat secara resmi kepada pengelola agar keluhan mengenai bau tersebut mendapat perhatian dan segera ditangani.


“Pihak desa sudah menindaklanjuti keluhan warga dengan mendatangi pengelola bahan bahan pupuk konsentrat. Kami juga akan menyampaikan surat secara resmi agar persoalan tersebut dapat segera ditangani,” ujarnya.


Ia juga berharap pengelola tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar dalam menjalankan aktivitas usahanya.


Dengan adanya keluhan warga serta langkah penanganan dari pengelola, persoalan bau tak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan bahan pupuk konsentrat diharapkan dapat segera ditangani. Penanganan tersebut diharapkan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat tanpa menghambat keberlangsungan kegiatan usaha.


Red **


×
Berita Terbaru Update