Patroli88investigasi.com
Informasi sementara menyebutkan, saat kebakaran terjadi sejumlah rumah dalam kondisi kosong karena penghuninya sedang pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Magrib.
Kondisi angin yang cukup kencang turut menjadi kendala dalam proses pemadaman. Kobaran api dengan cepat membesar sehingga petugas bersama warga berupaya mencegah api merambat ke bangunan lainnya.
Aparat Pemerintah Desa Wado bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wado turut berada di lokasi untuk membantu proses penanganan dan pengamanan lingkungan sekitar.
Petugas BPBD Sumedang dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Darmaraja yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman. Warga setempat juga ikut membantu petugas dalam upaya mengendalikan kobaran api.
Petugas, Dede Fadilah mengatakan, proses pemadaman menghadapi kendala karena angin bertiup cukup kencang sejak awal kejadian.
“Dari laporan masyarakat, intensitas angin memang sangat kencang pada malam hari ini,” ujar Dede saat memberikan keterangan di lokasi.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu kendala petugas dalam mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan di sekitar lokasi.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran dan titik awal munculnya api, belum dapat memastikan. Penentuan penyebab maupun titik awal kebakaran akan menjadi kewenangan pihak kepolisian melalui pemeriksaan lebih lanjut di lokasi.
“Kalau terkait penyebab dan titik api, nanti kepolisian yang bisa menyimpulkan. Kami belum bisa menyimpulkan titik api itu berasal dari mana,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian material akibat peristiwa tersebut.
Red / Yas