Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Jatinunggal, Topan, mengatakan, karnaval budaya tingkat SLTA tersebut awalnya tidak masuk dalam agenda kegiatan. Namun, panitia kemudian menggagas kegiatan itu sebagai rangkaian acara setelah pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
"Awalnya karnaval budaya ini tidak ada dalam agenda. Namun, setelah upacara kami berpikir harus ada kegiatan lanjutan. Akhirnya kami mengadakan karnaval budaya tingkat SLTA," ujar Topan.
Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Sebanyak sembilan sekolah di Kecamatan Jatinunggal turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
"Alhamdulillah, respons dari sekolah sangat baik. Ada sembilan sekolah yang ikut berpartisipasi," katanya.
Selain memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI, karnaval budaya tersebut juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperkenalkan berbagai program dan keunggulannya kepada masyarakat.
"Ini sekaligus menjadi ajang promosi sekolah kepada warga masyarakat Jatinunggal. Antusiasme para peserta juga sangat baik sehingga ikut memeriahkan rangkaian HUT ke-81 RI," tutur Topan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
"Harapannya, tahun depan karnaval budaya bisa diikuti seluruh pelajar yang ada di Kecamatan Jatinunggal, mulai dari tingkat SLTA, SLTP, SD, hingga Himpaudi," ujarnya.
Topan menilai keterlibatan pelajar dalam kegiatan budaya dan peringatan kemerdekaan menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya dan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Jatinunggal diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan mempererat persatuan di tengah masyarakat.
Red - Yulias
