patroli88investigasi.com
TALIWANG – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bidang Inovasi dan Teknologi resmi menggelar Seminar dan Diseminasi Hasil Inovasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kedai Sawah Resto, Kompleks KTC Taliwang, Senin (13/8).
Acara ini menjadi bagian penting hari upaya memperkuat ekosistem inovasi daerah sekaligus mendorong pemanfaatan hasil karya nyata untuk mendukung pembangunan di wilayah KSB. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BRIDA Kabupaten Sumbawa Barat, Mars Anugerahinsyah, S.Hut., M.Si.
Dalam sambutannya, Mars menekankan bahwa inovasi merupakan instrumen strategis yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat luas.
Lebih lanjut ia menyampaikan, inovasi daerah tidak boleh berhenti hanya di tahap perlombaan pada Anugerah Inovasi Daerah/AID semata. Inovasi harus mampu memberikan dampak nyata dan dapat direplikasi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan sektoral di daerah.
"Inovasi harus memberikan manfaat yang nyata. Oleh karena itu, setiap hasil inovasi yang telah dikembangkan perlu terus disebarluaskan, dievaluasi, dan dikembangkan kembali agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pemerintah daerah," tegas Mars.
Seminar dan diseminasi ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan para inovator, perangkat daerah, pemangku kepentingan, serta unsur terkait lainnya. Para peserta saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan hasil pengembangan inovasi yang telah dijalankan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya inovasi yang lebih kuat, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Praktik baik yang dibagikan tidak hanya menjadi catatan dokumen, namun bisa terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai sektor maupun wilayah lain.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan dari Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indra Jaya, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya memperkuat tata kelola inovasi daerah agar dikenal publik dan bisa diterapkan kembali.
Menurut Indra, proses inovasi harus dibangun secara berkelanjutan, dimulai dari tahap identifikasi masalah, penciptaan gagasan, pengembangan, pengujian, penerapan, pendokumentasian, hingga pengukuran dampak. Diseminasi menjadi tahap penting agar hasil karya tidak hanya diketahui oleh penciptanya, melainkan bisa dipahami, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh perangkat daerah maupun masyarakat yang membutuhkan.
Ia menambahkan, BRIDA KSB senantiasa mendorong agar setiap inovasi yang lahir memiliki nilai tambah, kebermanfaatan, produktivitas, dan keberlanjutan. Inovasi tidak sekadar memenuhi administrasi, melainkan benar-benar menjadi solusi atas berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi daerah.
Melalui kegiatan ini, BRIDA KSB juga berharap dapat mempererat kerja sama antara pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, media, dan berbagai unsur lainnya dalam membangun ekosistem inovasi yang terbuka dan kolaboratif. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula narasumber yang berasal dari 9 tim juara lomba inovasi daerah dengan berbagai judul dan kategori karya yang berbeda.
Langkah ini sejalan dengan semangat BRIDA KSB untuk membangun tata kelola inovasi yang lebih terintegrasi, berbasis data, serta berorientasi pada hasil dan dampak nyata. Penguatan ekosistem inovasi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing daerah guna mempercepat pencapaian target pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BRIDA KSB berharap semakin banyak lahir inovasi yang berkualitas dan aplikatif, serta semakin kuat budaya inovasi yang tumbuh di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung, yaitu menjadikan “Inovasi Unggul, Produktif dan Berkelanjutan” sebagai dasar dalam menciptakan klaster ekonomi baru demi mewujudkan KSB Maju.
R.Taka 88

