Mahasiswa KKN Universitas Siliwangi Mengadakan launching Program Rumah Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus di Pagerageung

Patroli88investigasi
0

 



TASIKMALAYA Patroli88investigasi.com

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 45 Universitas Siliwangi menggelar diskusi mengenai pengendalian hama tikus bersama kelompok tani di Desa Pagerageung, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, (27/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi untuk memberikan solusi atas persoalan hama tikus yang belakangan banyak dikeluhkan petani.

Dalam diskusi tersebut, dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, Abdul Hakim, S.P., M.Si., yang merupakan ahli varietas dan pemuliaan tanaman, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada varietas padi yang benar-benar tahan terhadap serangan hama tikus.

"Beberapa varietas memang memiliki ketahanan terhadap penyakit tertentu, tetapi untuk hama tikus belum ada varietas khusus yang bebas dari serangan tikus. Varietas yang banyak dilepas Kementerian Pertanian masih menjadi pilihan petani, dan di Tasikmalaya mayoritas menggunakan varietas padi sawah jenis IR," ujarnya.

Sementara itu, dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi sekaligus ahli hama dan penyakit tanaman, Gilang Vaza Benatar, S.P., M.Sc., mengungkapkan bahwa serangan hama tikus saat ini mulai meluas di berbagai wilayah sehingga diperlukan langkah pengendalian yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Menurutnya, populasi tikus tidak dapat dimusnahkan sepenuhnya, namun dapat ditekan melalui pendekatan ramah lingkungan dengan memanfaatkan musuh alami.

"Pengendalian bisa dilakukan secara alami, misalnya memanfaatkan bahan-bahan seperti jengkol dan cabai sebagai pengusir. Selain itu, keberadaan predator alami akan membuat tikus berpindah habitat. Populasinya hanya bisa dikendalikan, bukan dimusnahkan," jelasnya.

Gilang menambahkan, melalui program KKN Angkatan 45, mahasiswa bersama masyarakat mulai mengawali upaya pengendalian hama tikus dengan membangun rumah burung hantu sebagai habitat predator alami tikus.

"Program ini menjadi salah satu solusi ramah lingkungan dengan memanfaatkan musuh alami hama. Kami berharap langkah yang diawali di Desa Pagerageung ini dapat menginspirasi daerah lain yang juga mengalami serangan hama tikus," ujar Gilang.

Petani setempat, Jihad Abdul Wahid, menyampaikan bahwa salah satu upaya yang biasa dilakukan petani adalah mengeringkan lahan sawah untuk mengurangi aktivitas tikus. Pendapat tersebut diperkuat oleh Dodo Hariyadi, yang mengatakan pengeringan sawah umumnya dilakukan setelah proses tanam (tandur).

Pada kesempatan yang sama, dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, Noor Febriani, S.P., M.Agr., menilai program rumah burung hantu menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam pengendalian hama tikus.

"Program rumah burung hantu merupakan salah satu solusi efektif dalam pengendalian hama tikus. Idealnya, satu hektare lahan sawah memiliki satu kandang burung hantu agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga," katanya.

Sementara itu, dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi yang memiliki keahlian di bidang tanah dan air, Indra Permana,S.P, MP, menjelaskan bahwa siklus air juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan populasi tikus di area persawahan.

Menurutnya, pengelolaan air irigasi harus dilakukan secara tepat, terutama setelah masa tanam.

"Siklus air sangat berpengaruh terhadap perkembangan populasi tikus. Karena itu, pola pengairan sawah pasca tanam harus diatur dengan baik agar tidak menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya hama tikus," jelas Indra.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Siliwangi berharap petani memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pengendalian hama tikus yang lebih efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan kelompok tani diharapkan mampu menjadi model pengendalian hama terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem


Yeyep Arip 

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)