KUNINGAN - PATROLI88INVESTIGASI.COM,- Malam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum pergantian Tahun Baru Islam yang diisi dengan berbagai kegiatan ibadah, seperti membaca doa akhir dan awal tahun serta memperbanyak dzikir dan sholawat. Selain diisi dengan kegiatan syiar agama seperti pawai obor, malam tersebut juga identik dengan tradisi budaya yang berkembang di tengah masyarakat, seperti malam 1 Suro.
Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cimulya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, yang menggelar pawai obor dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut dimulai dari Masjid Cimulya dan dilanjutkan dengan berkeliling kampung.
Pawai obor yang diikuti oleh warga dari berbagai kalangan itu berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Selain sebagai bentuk syiar Islam, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kepala Desa Cimulya, Gilar Gantina, menyampaikan bahwa malam 1 Muharram hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas segala perbuatan yang telah dilakukan.
"Malam satu Muharram adalah momentum muhasabah diri. Hisablah dirimu sebelum kau dihisab," ujar Gilar Gantina pada Senin (15/6/2026). Malam
Menurutnya, pergantian tahun baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, melainkan menjadi pengingat bagi setiap umat Muslim untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kesalahan, serta meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia berharap semangat Tahun Baru Islam dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan, menjaga persatuan, serta membangun kehidupan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.
Melalui kegiatan pawai obor dan berbagai amalan ibadah lainnya, masyarakat Desa Cimulya diharapkan dapat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan penuh rasa syukur serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
/Moris

