CIREBON, //patroli88investigasi.com 19 Juni 2026 – Tradisi sakral penyucian benda pusaka atau yang dikenal dengan sebutan Jamasan kembali dilaksanakan oleh Keraton Kasepuhan dalam rangka menyambut 1 Suro, momentum penting dalam kalender budaya dan spiritual masyarakat Jawa.
- Kegiatan adat yang digelar setiap tahun ini menjadi wujud nyata kepedulian dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi.
Jamasan bukan sekadar ritual pencucian benda pusaka, melainkan bentuk penghormatan terhadap amanah para leluhur, khususnya warisan dari Syekh Syarif Hidayatullah, yang hingga kini tetap dijaga oleh keluarga besar Keraton Kasepuhan beserta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.
Prosesi jamasan berlangsung khidmat dan penuh makna. Hadir dalam kegiatan tersebut Patih Sepuh P. Goemelar Suryadiningrat, RR. Sandra Wuryaningrat, para lurah keraton, juru rawat pusaka, serta para abdi dalem yang secara bersama-sama mengikuti dan membantu proses penyucian pusaka Keraton Kasepuhan.
Dalam pelaksanaannya, benda-benda pusaka dibersihkan menggunakan bahan-bahan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun, yakni air dari Sumur Kemandungan, air jeruk nipis, air kelapa hijau, cairan anti karat, hingga tahap akhir pemberian minyak khusus untuk menjaga keawetan dan kondisi pusaka agar tetap terpelihara dengan baik.
- Patih Sepuh Keraton Kasepuhan menyampaikan bahwa kegiatan jamasan merupakan simbol tanggung jawab generasi penerus dalam menjaga peninggalan sejarah yang memiliki nilai luhur bagi masyarakat Cirebon.
"Pusaka bukan hanya benda bersejarah, tetapi juga simbol perjalanan peradaban, identitas, serta kearifan para leluhur. Melalui jamasan ini, kami berupaya menjaga amanah tersebut agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ungkapnya.
- Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya menjaga dan melestarikan cagar budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Kehadiran para abdi dalem dan masyarakat dalam prosesi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya masih hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui pelaksanaan Jamasan Pusaka Keraton Kasepuhan, diharapkan tumbuh kecintaan yang lebih besar terhadap adat istiadat, sejarah, dan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Cirebon. Tradisi ini sekaligus menjadi teladan bahwa warisan leluhur bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dirawat, dijaga, dan dilestarikan sebagai kebanggaan bersama.
- Dengan semangat 1 Suro, Keraton Kasepuhan kembali menegaskan komitmennya sebagai penjaga warisan budaya Cirebon, menghidupkan nilai-nilai leluhur, serta menginspirasi masyarakat untuk turut mencintai dan melestarikan kekayaan budaya bangsa.
(Suwardi Crb)





