Setelah hampir empat tahun mengalami keterbatasan akses akibat runtuhnya Jembatan Sungai Lopasir, masyarakat Desa Adisara dan Desa Karanglewas kini mulai memiliki harapan baru untuk mendapatkan kembali akses penghubung yang lebih aman dan nyaman. Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi memulai pembangunan jembatan baru dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono dan anggota DPR RI, Yanuar Arif Wibowo pada Jumat (26/6/26) sore.
Sejak mengalami kerusakan berat pada 2022 hingga akhirnya tidak dapat difungsikan, akses penghubung antarwilayah tersebut menjadi terbatas. Untuk menjaga aktivitas sehari-hari, masyarakat secara swadaya membangun jembatan darurat dari bambu dan kayu, meski harus menghadapi risiko keselamatan.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menuturkan, selama lebih dari tiga tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berupaya agar pembangunan jembatan ini dapat segera direalisasikan. Mulai dari penanganan darurat, penyusunan perencanaan teknis, penyelidikan tanah, pengajuan berbagai sumber pendanaan, hingga proses pengadaan yang beberapa kali menghadapi dinamika.
"Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, hari ini kita memasuki tahap yang paling ditunggu, yaitu dimulainya pekerjaan pembangunan jembatan baru," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan memiliki arti yang sangat strategis karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat antara Desa Adisara dan Desa Karanglewas dan sebagai mobilitas warga yang mendukung distribusi hasil pertanian, kegiatan perdagangan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan hingga berbagai aktivitas sosial lainnya.
"Mari kita jadikan momentum groundbreaking ini sebagai awal semangat baru untuk terus membangun Banyumas. Semoga pembangunan jembatan berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu," pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo menjelaskan, Jembatan Sungai Lopasir ini mengalami kerusakan sejak tanggal 24 November 2022 dan sudah beberapa kali diusulkan dan diusahakan untuk segera ditindaklanjuti.
‘’Sebenarnya jembatan ini sudah masuk anggaran strategis, kegiatan strategis yang harus dilakukan lelang dini di bulan Desember 2025. Karena sesuatu hal secara teknis mengalami sesuatu gagal lelang sehingga kami melaksanakan kegiatan lagi untuk dilakukan lelang dan ini tindak lanjutnya sudah kita lakukan bulan April 2026 sampai bulan Juni,’’ jelasnya
Lebih lanjut, Kresnawan menuturkan untuk nilai pagu jembatan Losari sebesar 8,9 miliar dengan nilai kontrak 6,2 miliar.
‘’Untuk pelaksanaannya selama 180 hari, dimulai awal kontrak 17 Juni 2026 dan akhir kontrak 13 Desember 2026,’’tuturnya.
Ditemui sesuai acara, Kepala Desa Karanglewas, Dwi Noto Suhino mengaku senang dengan dimulainya progres Pembangunan jembatan, pasalnya jembatan ini menjadi salah satu pondasi pergerakan perekonmian Desa Karanglewas.
‘’Saya berharap mudah-mudahan jembatan ini nantinya dapat dipergunakan oleh masyarakat dengan sebaik mugkin,’’tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XIII Dapil Banyumas-Cilacap, Yanuar Arif Wibowo, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur melalui berbagai program dan alokasi anggaran pusat yang dapat dimanfaatkan daerah.
“Memang persoalan fiskal menjadi tantangan bagi daerah. Karena itu kepala daerah harus aktif memperjuangkan anggaran pusat agar bisa digunakan untuk membangun wilayahnya,” kata Yanuar.
Sebagai anggota DPR RI yang bertugas di daerah pemilihan Banyumas-Cilacap, Yanuar berkomitmen mengawal berbagai kebutuhan pembangunan daerah, termasuk infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Sinergi ini bukan untuk kepentingan saya atau Bupati, tetapi untuk kepentingan masyarakat Banyumas. Yang merasakan manfaatnya nanti adalah rakyat,” ujarnya.
Pembangunan kembali Jembatan Sungai Lopasir diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang selama hampir empat tahun harus bergantung pada jembatan darurat.
By Ni Pembayun


