CIAMIS Patroli88investigasi.com-Warga Dusun Selamaya, Desa Selasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam rumahnya pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban diketahui bernama Misbahudin (48), warga setempat yang tinggal seorang diri di Dusun Selamaya RT 09 RW 03. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban belum menikah dan sehari-hari tidak bekerja.
Penemuan jenazah bermula saat dua orang saksi, Mumu Mukmin dan Siti Maesaroh, mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya. Keduanya curiga karena korban sudah beberapa waktu tidak terlihat beraktivitas seperti biasa.
Saat tiba di lokasi, saksi berusaha memanggil korban dari luar rumah, namun tidak mendapat respons. Karena pintu depan dalam keadaan terkunci, salah satu saksi kemudian berinisiatif masuk dengan cara menyongkel jendela kamar depan.
Setelah berhasil masuk dan membuka pintu dari dalam, kedua saksi mencium bau menyengat yang berasal dari dalam rumah. Selain itu, terlihat pula banyak lalat keluar dari dalam ruangan.
Kecurigaan pun semakin kuat ketika saksi menuju bagian belakang rumah. Di dekat dapur, korban ditemukan dalam posisi duduk dan sudah tidak bernyawa. Kedua saksi kemudian segera keluar rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta perangkat desa, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.
Tim Inafis Polres Ciamis yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di lokasi juga ditemukan sejumlah barang milik korban, seperti dua unit telepon genggam dan headset Bluetooth.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Kawalimukti menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. Tidak ada indikasi kekerasan, sehingga dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan.
Menurut keterangan warga sekitar, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan gangguan pernapasan yang sudah lama dideritanya.
Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal sendiri, guna mencegah kejadian serupa tidak terlambat diketahui.
Yeyep Arip

