SUMEDANG, Patroli88Investigasi – Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama pihak pengelola dan sejumlah instansi terkait menggelar sosialisasi penertiban serta tata kelola kawasan wisata Kujang Kembar Jatigede, Rabu (29/04/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Komisaris PT. Mega Putra Parahyangan H. Oom Supriatna, S.E., Forkopincam Kecamatan Jatigede, Kasi Tibumtranmas dan Kerjasama Tubagus Zakaria S.H., M.H., Kabid Perlengkapan Jalan dan Parkir Dishub Agus Sutaman, Sekdis Disparpora Dra. H. Yayah Rokayah M.Si., Kasubid Perencanaan Pemanfaatan dan Pemindahtanganan Aset Nenden Kusdini, S.T., M.M., serta Kasubid Kesra Syarief.
Pertemuan ini membahas rencana besar pengembangan kawasan wisata Kujang Kembar atau Kujang Sepasang yang berada di kawasan Jatigede. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata unggulan milik pemerintah daerah yang memiliki ciri khas berbeda dibandingkan objek wisata lain seperti Tanjung Duriat maupun Green Garden.
Preskom PT Mega Putra Parahyangan, H. Oom Supriatna menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kujang Sepasang ini harus menjadi ikon wisata daerah yang berbeda dari tempat lain. Kita ingin ada daya tarik baru, bukan hanya menara utama, tetapi juga wahana yang lengkap dan nyaman bagi pengunjung,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini salah satu kendala utama adalah akses menuju menara utama yang dinilai masih cukup mahal karena penggunaan lift, sehingga perlu alternatif wahana lain yang lebih terjangkau masyarakat.
Untuk itu, pengelola berencana menambah sejumlah fasilitas baru seperti glamping, rumah makan terapung, wisata kuda, hingga pengembangan agrowisata melalui kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.
Selain itu, akan dibangun lima area tematik atau polo yang ditanami berbagai jenis tanaman seperti bunga telang hingga buah ginseng. Wisatawan nantinya dapat mengunjungi area tersebut menggunakan perahu maupun speedboat.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, penataan kawasan juga menyasar pelaku UMKM lokal. Para pedagang tidak akan disingkirkan, melainkan ditempatkan di lokasi yang lebih layak agar kawasan wisata tetap tertata rapi dan tidak terkesan kumuh.
Bangunan utama tiga lantai di kawasan tersebut juga akan difungsikan sebagai pusat edukasi dan budaya. Lantai atas (tiga) direncanakan menjadi museum sejarah lokal, lantai kedua sebagai galeri seni, dan lantai satu untuk pusat kuliner serta kafe.
Sebagai upaya pelestarian budaya lokal, pertunjukan seni tradisional khas Sumedang akan digelar rutin minimal dua kali dalam seminggu. Kerja sama dengan budayawan dan tokoh budaya seperti Dr. Dian juga akan dilakukan guna memperkaya konten budaya.
Beberapa seni tradisional seperti renggong buyut dan terbangan bahkan disebut sudah mulai berjalan dan akan terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.
Sementara itu, Sekdis Disparpora Sumedang, Dra. H. Yayah Rokayah, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan.
“Ini baru awal, pengecekan ke lapangan agar ada kejelasan terkait permasalahan yang dihadapi. Ini menjadi kebutuhan bagi saya untuk dilaporkan kepada pimpinan sebagai tindak lanjut penataan dan pengembangan kawasan Menara Kujang Sepasang ke depan,” jelasnya.
Ia berharap, ke depan pengelolaan kawasan oleh pihak swasta dapat semakin berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumedang.
“Harapannya tentu MKS yang dikelola pihak swasta bisa semakin berkembang dan secara otomatis meningkatkan PAD Kabupaten Sumedang,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, swasta, budayawan, dan masyarakat sekitar, kawasan wisata Kujang Kembar Jatigede diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan baru yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membawa dampak ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.
(Tim FMST - Rahmat Setiawan)


