Sumbawa Barat/Melbourne, Patroli88investigasi.com – Dalam upaya memperkuat kapasitas tenaga keperawatan Indonesia di tingkat global, PPNI Kabupaten Sumbawa Barat bersama IPHC Melbourne dan KJRI Melbourne menyelenggarakan webinar dengan tema “Pathways & Opportunities for Indonesian Nurses in Australia", yang dilaksanakan secara hybrid, onsite di KJRI Melbourne-Australia, juga di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat dan secara online diikuti oleh lebih dari 300 peserta di beberapa daerah di Indonesia maupun Australia, (15/4) kemarin.
Kegiatan ini menyoroti proyeksi kekurangan tenaga perawat di Australia yang mencapai 85.000 pada 2025 dan meningkat menjadi 123.000 pada 2030, serta kebutuhan tambahan lebih dari 12.000 perawat di negara bagian Victoria pada 2026.
Webinar ini menjadi bagian dari sinergi lintas lembaga dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai jalur karier internasional yang legal, aman, dan sesuai regulasi bagi perawat Indonesia.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Sumbawa Barat, H. M. Yusfi Khalid, dalam sambutannya menegaskan bahwa dinamika kebutuhan tenaga kesehatan global menuntut perawat Indonesia untuk tidak hanya berorientasi pada pasar kerja domestik, tetapi juga mampu membaca peluang internasional secara strategis.
“Ini adalah langkah nyata untuk mempersiapkan perawat Indonesia menghadapi pasar global. Kita tidak bisa lagi hanya berpikir lokal, tetapi juga harus mulai merencanakan dan memanfaatkan peluang karier di tingkat internasional,” ujarnya.
Webinar ini secara resmi dibuka oleh Wakil Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Jani Sasanti, yang dalam sambutannya menyoroti tingginya kebutuhan tenaga perawat di Australia. Berdasarkan data, Australia diperkirakan mengalami kekurangan sekitar 85.000 perawat pada tahun 2025, dan angka tersebut akan meningkat menjadi 123.000 pada tahun 2030. Di negara bagian Victoria saja, kebutuhan tenaga keperawatan diproyeksikan bertambah lebih dari 12.000 perawat pada tahun 2026, khususnya di sektor layanan lansia, disabilitas, dan kesehatan primer.
President IPHC Melbourne, Sabrina Suwandi, MSpPath, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen IPHC dalam membuka akses informasi yang kredibel bagi perawat Indonesia yang ingin berkarier di tingkat global.
“Melalui webinar ini, kami ingin memastikan bahwa perawat Indonesia memiliki pemahaman yang tepat mengenai jalur yang legal, realistis, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong kepercayaan diri untuk mengambil peluang karier internasional,” ungkapnya.
Webinar ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi berpengalaman, antara lain Prof. Lisa McKenna (La Trobe University), Katarina Costantine Futwembun, SKP, BN, RN, MHSMPlan (Registered Nurse dan Direktur Shine Nursing Agency), serta Fauzia Farah Az Zahra, RN, M.AdvClinNurs (Registered Nurse di Monash Health), yang membagikan wawasan terkait jalur registrasi, strategi transisi karier, hingga pengalaman nyata bekerja di sistem kesehatan Australia.
PPNI Kabupaten Sumbawa Barat memandang bahwa kolaborasi lintas negara seperti ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas dan daya saing perawat Indonesia. Akses terhadap informasi yang akurat dan terpercaya menjadi faktor kunci agar perawat Indonesia dapat menempuh jalur karier internasional secara legal, aman, dan berkelanjutan.
Ke depan, kolaborasi antara organisasi profesi, komunitas diaspora, dan perwakilan pemerintah diharapkan terus diperkuat guna mendukung peningkatan profesionalisme serta kesejahteraan perawat Indonesia di era globalisasi.
Kegiatan yang iikuti oleh ratusan peserta dari Indonesia dan Australia ini menjadi bagian dari peringatan HUT PPNI ke-52 serta menyambut International Nurses Day 2026, dengan fokus pada peningkatan kesiapan perawat Indonesia menghadapi peluang karier global. ( _R. Taka_ )

