*Rapi dalam Seragam, Tertib gunakan kelengkapan dan Disiplin dalam Tugas: Propam Polda Bali Pastikan Personel Ops Ketupat Jadi Teladan*
Di tengah tugas besar mengamankan arus mudik dan menjaga ketertiban masyarakat, setiap anggota Polri dituntut tampil rapi, disiplin, dan profesional. Penampilan yang baik bukan sekedar formalitas, melainkan wujud keteladanan aparat negara di hadapan masyarakat.
Untuk memastikan hal tersebut, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Bali menggelar Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel yang terlibat Operasi Ketupat Agung-2026 di halaman Mapolda Bali, Senin (16/3/2026).
Kegiatan pengawasan internal ini dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. didampingi Kasubbid Provos AKBP I Ketut Dana, S.H. Gaktibplin tersebut menjadi penegasan bahwa pengawasan terhadap disiplin anggota dilakukan secara konsisten dan tanpa kompromi.
Dalam pemeriksaan itu, personel Provos melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sikap tampang serta kelengkapan administrasi anggota. Mulai dari kerapian rambut, kesesuaian penggunaan seragam dinas, hingga kelengkapan identitas diri seperti SIM, STNK, KTA, dan KTP diperiksa secara detail.
Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan, kegiatan Gaktibplin bukan sekedar rutinitas, tetapi bagian dari upaya menjaga profesionalisme anggota yang bertugas langsung di tengah masyarakat.
“Anggota yang terlibat Ops Ketupat turun langsung melayani masyarakat dan para pemudik. Karena itu tidak boleh ada pelanggaran sekecil apa pun. Performance harus baik, seragam rapi, rambut sesuai ketentuan, dan identitas lengkap. Disiplin adalah harga mati,” tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, masih ditemukan beberapa personel yang rambutnya tidak sesuai ketentuan. Terhadap anggota yang melanggar langsung diberikan tindakan disiplin serta diperintahkan segera menyesuaikan potongan rambut sesuai aturan dinas kepolisian.
Ia menambahkan, kegiatan Gaktibplin akan terus dilakukan secara berkala dengan waktu yang tidak ditentukan sebagai bentuk pengawasan internal yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan setiap personel Polda Bali benar-benar siap, baik dari sikap, penampilan, maupun kelengkapan administrasi. Ketika disiplin internal kuat, maka kepercayaan masyarakat terhadap Polri juga akan semakin meningkat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polda Bali kembali menegaskan bahwa profesionalisme dan integritas bukan sekedar slogan, tetapi komitmen yang dijaga melalui pengawasan ketat, tindakan tegas, dan kedisiplinan yang menjadi budaya di lingkungan Polri.





