Sulitnya ekonomi saat ini membuat beberapa orang berpikir untuk meraih kekayaan dengan cara instan.
Hal hal mistis yang diluar logika pun banyak di lakukan,mulai dari pesugihan yang katanya memakan tumbal sampai menggandakan uang dengan bantuan gaib.
Banyaknya orang yang punya niat ke arah itu membuat munculnya praktik praktik ritual gaib yang di manfaatkan oleh oknum oknum dukun,orang pintar,paranormal bahkan yang berkedok Haji yang berlindung di balik ayat ayat suci.
Salahsatunya yang berhasil dibongkar oleh tim awak media Pelita investigasi biro Tasikmalaya.
Berbekal dari informasi beberapa warga
yang pernah berhubungan dengan MBY,warga kota Tasikmalaya seorang yang diduga dukun pengganda uang.
Tim melakukan penyelidikan dengan cara berpura pura menjadi salahsatu pasien yang tertarik dengan ritual penarikan uang gaib sebagaimana yang di informasikan.
Alhasil terjadilah komunikasi antara Tim dengan MBY
MBY meyakinkan kalau dia bisa membantu dan mempersilahkan untuk datang ke rumahnya yng berada di salahsatu perumahan di kawasan Gununggede Kawalu Kota Tasikmalaya.
Singkat hasil pertemuan pertama pada Kamis(11/12/2025) terungkap penjelasan MBY tentang tatacara menjalankan proses pendzohiran uang gaib,yang mana pasien harus membayar sejumlah mahar tergantung nilai uang yang di butuhkan.
Beda kebutuhan beda juga tarif maharnya.
Tim sendiri mengungkapkan kepada MBY berpura pura bahwa membutuhkan uang sebesar 160 juta untuk melunasi utang dan MBY pun meminta agar kami menyediakan uang mahar 5 juta rupiah dengan dalih untuk membeli minyak dan juga untuk selametan hajat gaib.
Dari uang mahar itu kami bisa mendapatkan uang gaib sebesar 300 juta rupiah.
Singkat cerita tim kami menyanggupinya, dan hari kedua Jum'at(12/12/2025) kami sudah di telpon MBY untuk melaksanakan ritual hajat tersebut.
Kami berpura pura mengalami kendala keuangan dan baru mendapatkan 500 ribu rupiah,namun MBY bilang itu bisa untuk memulai proses
Kami pun mendatangi rumah MBY dan mulai melakukan proses ritual.
Disana kami masuk ke salahsatu kamar yang mana di sana sudah tersedia 2 kardus tertutup kain merah juga beberapa buah keris yang konon kata MBY itu adalah penunggu uang gaibnya.
Lalu kami di kasih pegang 2 lembar uang gaib pecahan 100 ribuan.Kami sadar bahwa uang itu uang asli,tapi kami berperan seakan kami ragu itu asli atau tidak
Hal itu membuat MBY terpancing dan mengajak kembali ke kamar untuk meyakinkan.
MBY mengambil kembali 4 lembar pecahan uang yang sama,bahkan menyuruh salahsatu dari kami untuk membelanjakan uang tersebut supaya yakin bahwa itu uang asli.
Dari kejanggalan semua ucapan MBY yang katanya di awal bahwa uang gaib itu tidak boleh digunakan sebelum waktunya,akhirnya kami segera membuka identitas kalau kami adalah awak media yang sedang mengungkap hal ini.
Tanpa berkelit sedikit pun MBY mengakui sepenuhnya kalau itu memang semua hanya rekayasa untuk membuat pasiennya tertarik.
Saat kami tanya dan minta untuk menunjukkan uang yang ada di kardus itu kami pun dibuat kaget.
Semula kami menduga itu uang palsu ternyata lebih parah lagi,yang kami temukan adalah uang mainan.
Kami pun mengambil sebagian uang mainan tersebut sebagai bukti.
Ditanya tentang praktiknya tersebut MBY masih melakukan pembelaan bahwa dia bukan mau menipu dan masih meyakinkan kalau dia bisa mendatangkan uang gaib itu,namun karena pasien minta nya buru buru ya terpaksa seperti itu.
Apapun pembelaan MBY yang jelas semua hal yang udah dia lakukan akan merusak tatanan moral masyarakat.
Membuat masyarakat yang sedang kesulitan justru semakin dibuat sulit dengan harus mengadakan uang mahar
Dengan terbongkarnya kedok MBY kita berharap dorongan dari semua lini sektor baik pemerintah,aparat bahkan masyarakat luas untuk tak segan segan mengungkap kasus kasus serupa agar meminimalisir ruang gerak oknum oknum perusak mental warga.
Tim dan jajaran redaksi Pelita investigasi akan mendorong kasus ini dan akan melaporkan ke pihak berwajib dengan tujuan untuk mencegah korban korban lain yang belum terungkap.(Tim)

