​Kabiro Patroli88Investigasi Banyumas Raya Soroti Pemborosan Dana P3D dan Minimnya Pembekalan Perangkat Desa

0

 

                   patroli88investigasi.com


BANYUMAS – Proses Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) di wilayah Banyumas Raya kini tengah menjadi sorotan tajam. Kabiro Media Online patroli88investigasi.com Banyumas Raya, Sigit Purnomo, secara terbuka mengkritik mekanisme pelaksanaan P3D yang dinilai tidak efisien dan minim tindak lanjut edukatif bagi perangkat terpilih.


​Anggaran Fantastis, Efisiensi Dipertanyakan

​Sigit menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan dari Pendapatan Asli Desa (PADes) hanya untuk merekrut satu orang perangkat. Menurutnya, biaya yang mencapai puluhan juta rupiah tersebut terkesan menghamburkan kas desa, padahal proses seleksi bisa ditekan agar lebih ringkas tanpa mengurangi kualitas.

​"Sangat disayangkan, dana puluhan juta digelontorkan hanya untuk mendapatkan satu orang perangkat. Harusnya ada skema yang lebih efisien agar PADes bisa dialokasikan untuk pembangunan lain yang lebih menyentuh masyarakat," ujar Sigit.


​Legalitas dan Minimnya Diklat Pasca Pelantikan

​Hal yang lebih memprihatinkan, menurut Sigit, adalah kekosongan pembinaan setelah prosesi pelantikan. Banyak perangkat desa terpilih yang langsung bekerja tanpa mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau bimbingan teknis dari pihak akademisi maupun dinas terkait.

​Padahal, setiap jabatan memiliki spesifikasi tugas yang berat. Tanpa bimbingan, gelar akademis yang dimiliki perangkat tersebut dianggap tidak cukup untuk menghadapi realita pelayanan publik di lapangan.


​Sigit menegaskan bahwa perangkat desa seharusnya menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah pusat di tingkat paling bawah. Namun, realitanya banyak perangkat yang gagap dalam menjalankan tugasnya karena kurangnya pembekalan strategis.


​"Jabatan perangkat desa itu bukan sekadar gelar. Mereka adalah pelayan masyarakat. Jika setelah dilantik mereka dibiarkan tanpa bimbingan dari dinas terkait, maka fungsi pelayanan pemerintah tidak akan berjalan maksimal. Jangan sampai ujung tombak ini justru tumpul saat berhadapan dengan kebutuhan rakyat," tegasnya.


​Persoalan ini diharapkan menjadi evaluasi besar bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa agar lebih bijak dalam mengelola anggaran serta lebih serius dalam mematangkan kompetensi perangkat desa demi kemajuan wilayah Banyumas Raya.

By Abduloh

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)