JAKARTA, 29 September 2026 — Pesan persatuan dan kebangsaan kembali ditegaskan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya ulama dan umara, untuk terus memperkuat kebersamaan dalam menjaga persatuan, merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta membangun kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.
“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, hubungan dan sinergi antara ulama dengan umara bukanlah sesuatu yang baru. Keduanya telah memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam berbagai fase perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa.
Karena itu, sinergi tersebut dinilai penting untuk terus dirawat dan diperkuat di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Kapolri menekankan bahwa menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok atau institusi. Persatuan merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga seluruh komponen bangsa dengan mengedepankan sikap saling menghormati, kebersamaan, serta kepentingan nasional.
Kehadiran Kapolri bersama Gus Baha dalam forum Ngaji Kebangsaan juga menjadi momentum memperkuat pesan bahwa nilai-nilai keagamaan dan semangat kebangsaan dapat berjalan beriringan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Perbedaan tersebut bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan apabila dikelola dengan semangat persatuan.
Kapolri juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga suasana yang damai dan kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Sinergi antara ulama dan umara diharapkan tidak berhenti pada forum-forum kebangsaan, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja bersama, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI.
Dari Pondok Pesantren LP3IA Rembang, pesan kebangsaan itu kembali digaungkan: ulama dan umara bersatu, persatuan terjaga, NKRI semakin kokoh, dan cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil serta makmur dapat terus diperjuangkan bersama.
Red **