BANYUMAS - patroli88investigasi.com - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mendukung penuh Green Movement Muhammadiyah (GreenMu) untuk pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi atau Zero Waste to Money.
Dukungan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq dalam acara Pengukuhan Satgas Green Movement Muhammadiyah di Hotel Java Heritage Purwokerto, Selasa (22/9/2026).
Ketua PDM Banyumas M. Djohar melaporkan, Muhammadiyah Banyumas telah mengambil langkah konkret atasi persoalan sampah plastik dan botol melalui aplikasi digital GreenMu. Gerakan ini dijalankan secara masif mulai tingkat ranting, cabang, hingga daerah.
"Untuk efektivitas program ini, PDM Banyumas meresmikan pengukuhan 1.014 Satgas GreenMu yang tersebar di tingkat ranting dan cabang," jelas Djohar.
Selain pengelolaan sampah, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara PDM Banyumas dengan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah untuk program penanaman pohon buah seluas 10 hektare di lahan wakaf.
Bupati Sadewo menegaskan, krisis lingkungan tidak bisa diabaikan. "Menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari amanah kepemimpinan manusia di bumi serta bentuk tanggung jawab moral kepada Allah SWT dan generasi mendatang," ungkap Sadewo.
Sadewo menyebut, Banyumas selama ini jadi contoh inovasi pengelolaan sampah. Saat ini sekitar 77% sampah di Banyumas telah berhasil terkelola dan tidak lagi mengandalkan sistem landfill.
Ia mendorong GreenMu mengakselerasi cita-cita Zero Waste to Money, bukan sekadar Zero Waste to Energy yang biaya pengolahannya lebih tinggi dari nilai energi yang dihasilkan.
"Persoalan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian," kata Sadewo.
Pemkab Banyumas siap membangun sinergi dengan ormas, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan komunitas agar persoalan sampah bisa menjadi sumber manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara berkelanjutan.
By PRS

