Pembangunan Jembatan Jalan Prompong-Ketenger Selesai, Bupati Sadewo Pastikan Layak Dilalui

0

 

patroli88investigasi.com


Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas Kresnawan Wahyu, bersama jajaran OPD terkait dan tamu undangan, melaksanakan peninjauan akhir pekerjaan pemulihan akses transportasi Jalan Prompong–Ketenger di Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Senin (6/7/2026). 

 


Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan telah selesai sesuai standar teknis sehingga jalur tersebut aman digunakan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati Sadewo meninjau langsung jembatan yang telah selesai dibangun sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pasca bencana longsor. 

 

Bupati Sadewo mengatakan terus memprioritaskan percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, khususnya jembatan dan jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik. 

 

"Kita harapkan ke depan tidak ada lagi jembatan-jembatan rusak yang membahayakan warga. Semua perbaikan ini kita lakukan secara bertahap namun pasti, karena tidak mungkin semuanya langsung selesai bersamaan," kata Sadewo. 

 

Selain memastikan kualitas pembangunan jembatan, Sadewo juga menyoroti masih adanya sejumlah titik penyeberangan sungai yang memanfaatkan kapal tradisional khususnya di Banyumas. Menurutnya, kondisi tersebut memiliki tingkat risiko tinggi, terutama saat debit air meningkat, sehingga pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. 

 

"Aktivitas penyeberangan kapal tradisional di beberapa lokasi yang berarus deras sangat berisiko tinggi, 

sehingga kehadiran jembatan permanen menjadi solusi mutlak yang harus diwujudkan," ujarnya. 

 

Perbaikan akses Jalan Prompong–Ketenger merupakan tindak lanjut dari bencana longsor yang terjadi di kawasan Jembatan Wungu pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sehari setelah kejadian, tim teknis melakukan peninjauan lapangan dan menutup sementara jalur untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menghitung kebutuhan penanganan. 

 

Dalam proses pelaksanaannya, pada Rabu, 3 Juni 2026, terjadi longsor susulan pada tebing saluran air yang mengakibatkan akses menuju rumah warga ikut terdampak dan material longsoran menutup saluran 

drainase. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya penyesuaian metode pekerjaan, tambahan anggaran, serta perubahan jadwal penyelesaian. Pembukaan kembali jalur pada 7 Juli 2026 setelah seluruh pekerjaan dinyatakan memenuhi persyaratan teknis. 

 

Adapun pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi pemasangan box culvert sepanjang 13 meter berukuran 200 x 200 cm sebagai struktur utama, pembangunan timbunan badan jalan sepanjang 29 meter dengan lebar 7 meter, pemasangan lapisan pondasi agregat kelas B dan kelas A, serta pelapisan aspal lapensheet sepanjang 29 meter dengan lebar 5 meter. Pekerjaan juga dilengkapi pembangunan bahu jalan beton selebar 0,60 hingga 1 meter, talud pasangan batu di sisi kanan sepanjang 5 meter dengan tinggi 6,5 meter, talud sisi kiri sepanjang 23 meter dengan tinggi bervariasi antara 0,5 hingga 6,5 meter, serta perbaikan akses jalan 

menuju permukiman warga sepanjang 6,5 meter. 


Dengan selesainya pekerjaan ini, akses masyarakat diharapkan kembali normal, lebih aman, dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta mobilitas warga.

By sgt

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)