KUNINGAN - PATROLI88INVESTIGASI.COM,- Panen Raya Buah Naga Kuning yang digelar di Sangkanika Edugarden, Eatery & Wellness, Jalan Simenyan, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Minggu (5/7/2026), menjadi momentum untuk menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada petani muda, pelestari budaya, seniman, serta para penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Kuningan.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, kepala perangkat daerah, Camat Cigandamekar, kepala desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha, insan pendidikan, petani muda, peserta magang, komunitas, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa sektor pertanian kini telah berkembang menjadi sektor strategis yang mampu menciptakan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap dunia pertanian yang saat ini semakin modern, inovatif, dan memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan.
"Pertanian hari ini sangat menjanjikan. Jangan lagi berpikir setelah lulus harus menjadi pegawai negeri atau bekerja di perkantoran. Pertanian memiliki prospek yang luar biasa jika dikelola dengan ilmu, inovasi, dan semangat kewirausahaan," ujarnya.
Menurut Bupati, tantangan terbesar bangsa ke depan adalah menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, regenerasi petani menjadi pekerjaan bersama agar semakin banyak anak muda yang tertarik mengembangkan usaha di sektor pertanian.
Ia juga mengungkapkan bahwa produksi pangan Kabupaten Kuningan terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang diterimanya, surplus pangan daerah meningkat dari sekitar 80 ribu ton menjadi sekitar 120 ribu ton. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian Kabupaten Kuningan terus berkembang dan memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan.
Bupati Dian menilai konsep yang dikembangkan Sangkanika Edugarden merupakan contoh nyata bagaimana pertanian dapat dipadukan dengan wisata edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif.
"Pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan dan gedung, tetapi bagaimana kita mampu memberdayakan masyarakat. Di sini pertanian berjalan bersama pendidikan, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Inilah kolaborasi yang harus terus kita dorong," katanya.
Ia berharap konsep seperti yang dikembangkan Sangkanika Edugarden dapat diterapkan di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan sehingga potensi pertanian lokal mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan motivasi kepada para petani muda dan peserta magang agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui proses panjang, kerja keras, serta kemauan untuk terus belajar dan berinovasi.
Sementara itu, Owner Sangkanika Edugarden, Achmad Nur Hidayat, mengatakan Panen Raya Buah Naga Kuning merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem yang menghubungkan sektor pertanian, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, seni, dan budaya dalam satu ruang kolaborasi yang saling menguatkan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni panen, melainkan momentum untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap pertanian sebagai sektor ekonomi masa depan yang modern, prospektif, dan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Sangkanika lahir dari keyakinan bahwa desa memiliki masa depan besar apabila pertanian, pendidikan, wisata, budaya, dan ekonomi kreatif dikelola dalam satu ekosistem. Kami ingin kebun bukan hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui konsep Edugarden, Sangkanika menghadirkan kebun sebagai media pembelajaran terbuka bagi anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Pengunjung tidak hanya menikmati hasil pertanian, tetapi juga belajar mengenai proses budidaya, teknologi pertanian, peluang usaha, hingga pentingnya menjaga ketahanan pangan.
Sebagai pelopor Edugarden Buah Naga Kuning di Kabupaten Kuningan, Sangkanika menjadikan buah naga kuning sebagai identitas kawasan sekaligus inovasi agrowisata yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Komoditas premium tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Achmad Nur Hidayat juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah SMK pertanian melalui program magang dan pembelajaran lapangan sebagai upaya mendorong regenerasi petani.
"Kami ingin anak-anak muda melihat bahwa bertani bisa keren, modern, berbasis teknologi, dan mampu memberikan kehidupan yang layak. Regenerasi petani harus dimulai dari pendidikan dan pengalaman langsung di lapangan," katanya.
Selain itu, Sangkanika juga membuka ruang kolaborasi dengan pelaku wisata, hotel, komunitas, UMKM, seniman, budayawan, hingga pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, destinasi wisata yang kuat tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus memiliki identitas, cerita, budaya, kuliner, dan keterlibatan masyarakat lokal.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para penggerak pembangunan berbasis masyarakat, pada kegiatan tersebut Sangkanika memberikan penghargaan kepada petani muda, pelestari budaya, seniman, serta pelaku ekonomi kreatif yang dinilai telah berkontribusi dalam memperkuat identitas Kabupaten Kuningan.
Ke depan, Sangkanika berkomitmen menjadi rumah bersama bagi komunitas kreatif, ruang belajar bagi pelajar, simpul kolaborasi petani muda, pelaku wisata, pendidik, serta masyarakat. Kawasan ini juga akan terus dikembangkan sebagai destinasi yang inklusif dan ramah bagi seluruh kalangan, termasuk sahabat difabel.
Melalui Panen Raya Buah Naga Kuning ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Sangkanika berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menjadi petani modern dan agropreneur. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan pariwisata berbasis potensi lokal, serta menggerakkan ekonomi kreatif menuju terwujudnya Kuningan Melesat yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
/Moris

