Tasikmalaya – Patroli88investigasi.com
Puluhan pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis adu kreativitas dalam MBG Cooking Competition Batch 1 yang digelar di area Parkiran Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, Minggu (5/7/2026). Ajang ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas menu MBG agar semakin bergizi, variatif, efisien, dan berbasis pangan lokal.
Kompetisi yang diinisiasi melalui kolaborasi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Badan Gizi Nasional, dan Indonesian Chef Association (ICA) tersebut menjadi ruang kolaborasi antara head chef dan ahli gizi dalam merancang menu yang tidak hanya memiliki cita rasa tinggi, tetapi juga memenuhi standar gizi serta layak diterapkan dalam penyediaan makanan berskala besar.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah SPPG Ciamis Panyingkiran 01. Setiap dapur mengirimkan dua perwakilan, yakni seorang head chef dan seorang ahli gizi yang harus bekerja sama menyusun menu terbaik dalam waktu terbatas.
Tantangan utama dalam kompetisi ini adalah mengolah mystery box berisi protein hewani yang dipadukan dengan protein nabati, sayuran, nasi, dan susu yang telah disediakan panitia. Seluruh proses, mulai dari perencanaan, pengolahan hingga penyajian, wajib diselesaikan hanya dalam waktu 90 menit.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kelezatan hidangan, tetapi juga kreativitas penyajian, keseimbangan kandungan gizi, keamanan pangan, serta ketepatan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Aspek tersebut menjadi indikator penting agar menu yang dihasilkan dapat diterapkan secara nyata di dapur-dapur MBG tanpa mengabaikan kualitas maupun efisiensi anggaran.
Selain memperebutkan piala, piagam, uang pembinaan, dan merchandise, kompetisi ini diharapkan melahirkan menu-menu inovatif yang dapat menjadi referensi bagi seluruh SPPG dalam menyajikan makanan bergizi bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
MBG Cooking Competition Batch 1 menjadi bukti bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang disajikan, tetapi juga oleh kualitas menu, ketepatan kandungan gizi, efisiensi biaya, serta kemampuan memanfaatkan bahan pangan lokal. Melalui ajang ini, para pengelola dapur didorong untuk terus berinovasi menghadirkan sajian yang sehat, aman, lezat, dan berkualitas guna mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan unggul.
Yeyep Arip

