KUNINGAN - PATROLI88INVESTIGASI.COM,- Gelombang kekecewaan mulai mencuat di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Gersik, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Sejumlah orang tua siswa berencana menggelar aksi ke sekolah setelah tabungan siswa yang selama ini rutin dibagikan menjelang pembagian rapor, tahun ini diduga tidak seluruhnya disalurkan. Di tengah polemik tersebut, muncul pula informasi bahwa gaji guru honorer hingga kini belum dibayarkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan tersebut diduga terjadi setelah adanya pergantian kepengurusan di Yayasan Pendidikan Amanah Desa Gersik yang kini dipimpin oleh Wisnu. Perubahan sistem pengelolaan keuangan disebut menjadi pemicu munculnya berbagai persoalan di lingkungan sekolah.
Sejumlah orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa dengan kondisi yang terjadi. Mereka menyebut mekanisme pembagian tabungan siswa tahun ini jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya tabungan siswa MI maupun MTs sudah dibagikan sebelum pembagian rapor. Tahun ini berbeda. Untuk MI memang dibagikan bersamaan dengan pembagian rapor, tetapi untuk siswa MTs yang menerima baru kelas 3. Sementara siswa kelas 1 dan kelas 2 sampai sekarang belum menerima tabungan mereka," ungkap salah seorang wali murid, Rabu (1/7/2026).
Menurut mereka, tabungan tersebut merupakan uang milik siswa yang dihimpun selama satu tahun dan seharusnya dapat diterima tepat waktu. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua hingga memicu rencana aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Di sisi lain, pihak sekolah yang enggan disebutkan namanya memberikan penjelasan bahwa seluruh tabungan siswa MI sebenarnya telah dibagikan pada 25 Juni 2026 bersamaan dengan pembagian rapor.
Namun, pihak sekolah mengakui bahwa saat ini seluruh pengelolaan keuangan telah berada di bawah kewenangan yayasan.
"Kalau dulu pengelolaan keuangan lebih fleksibel. Sekarang semua keuangan sekolah, baik tabungan siswa, dana BOS, gaji guru honorer maupun kebutuhan kegiatan sekolah, semuanya dikelola oleh yayasan. Pihak sekolah tidak lagi memiliki kewenangan langsung dan harus mengajukan terlebih dahulu setiap kebutuhan kepada yayasan. Pada dasarnya maju mundurnya pendidikan sekarang sangat bergantung pada kebijakan yayasan," ujar sumber tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa ruang gerak pihak sekolah dalam mengelola kebutuhan operasional menjadi sangat terbatas. Bahkan, keputusan terkait hak siswa maupun kesejahteraan guru kini sepenuhnya berada di tangan yayasan.
Selain persoalan tabungan siswa, mencuat pula informasi bahwa gaji guru honorer hingga saat ini belum dibayarkan. Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius mengingat guru merupakan ujung tombak proses pendidikan. Keterlambatan pembayaran hak tenaga pendidik dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kelancaran kegiatan belajar mengajar apabila tidak segera diselesaikan.
Untuk memperoleh penjelasan yang berimbang, awak media berupaya menghubungi Ketua Yayasan Pendidikan Amanah, Wisnu. Bahkan pihak sekolah telah mencoba menghubungi yang bersangkutan agar bersedia memberikan keterangan dan duduk bersama dengan awak media.
Namun, berdasarkan keterangan pihak sekolah, Wisnu justru memberikan respons singkat dengan mengatakan, "Abaikan, jangan ditanggapi sampai akhirnya berita ini muncul."
Jawaban tersebut justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Di saat para orang tua siswa menunggu kepastian terkait hak anak-anak mereka dan para guru honorer menanti hak yang belum diterima, publik berharap pihak yayasan memberikan penjelasan secara terbuka, bukan memilih bungkam.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Yayasan Pendidikan Amanah belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan belum dibagikannya tabungan siswa MTs kelas 1 dan 2, keterlambatan pembayaran gaji guru honorer, maupun kebijakan pengelolaan keuangan sekolah yang kini seluruhnya berada di bawah kewenangan yayasan. Awak media tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
/Dodo

