Rekrutmen Polri 2026 di Polda Jabar Transparan dan Humanis, Karo SDM Tegaskan Tidak Ada Jalan Pintas

0


BANDUNG — Patroli88investigasi.com /
Proses rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri Tahun 2026 di lingkungan Polda Jawa Barat dipastikan berjalan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, dalam keterangannya pada Kamis (27/5/2026).

  • Menurut Kombes Pol Fadly Samad, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka sehingga setiap peserta dapat langsung mengetahui hasil yang diperoleh pada setiap tahapan tes. Transparansi menjadi prinsip utama dalam penerimaan anggota Polri guna memastikan proses berjalan objektif dan bebas dari praktik kecurangan.

“Selesai tes nilai langsung terpampang di layar, semua peserta bisa melihat hasilnya, baik nilainya sendiri maupun peserta lain,” ujar Fadly.

Ia menjelaskan, sistem seleksi terbuka tersebut telah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir sebagai bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan proses penerimaan yang profesional dan berintegritas. Bahkan, peserta diberikan kesempatan melakukan koreksi apabila merasa terdapat ketidaksesuaian nilai saat pelaksanaan tes berlangsung.


  • “Peserta tes ketika merasa nilainya tidak sesuai, diberikan kesempatan untuk mengoreksi kepada panitia. Mereka juga sudah mengetahui bobot penilaian akademik, psikologi, maupun jasmani. Dengan sistem terbuka ini, calon taruna bisa menghitung sendiri hasil yang diperoleh,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan dilakukan secara berlapis. Pengawasan internal melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Jabar, sedangkan pengawasan eksternal melibatkan unsur organisasi masyarakat guna memastikan seluruh tahapan berjalan jujur, transparan, dan profesional.

  • Karo SDM Polda Jabar menegaskan bahwa seluruh proses seleksi menjunjung tinggi integritas dan prinsip meritokrasi sebagai bagian dari transformasi Polri Presisi. Tidak ada perlakuan khusus bagi peserta tertentu karena seluruh penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan masing-masing.

Adapun tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran online dan verifikasi administrasi, dilanjutkan pemeriksaan administrasi awal (rikmin awal), pemeriksaan kesehatan tahap pertama (rikkes 1), tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT), tes akademik, komputer, Mental Ideologi (MI), hingga Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).


  • Selanjutnya peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap kedua (rikkes 2), tes kesamaptaan jasmani, wawancara PMK dan psikologi, hingga pemeriksaan administrasi akhir (rikmin akhir) sebagai penentu kelulusan akhir.

Untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian, setiap peserta menjalani pemeriksaan ketat sebelum memasuki ruang tes guna memastikan tidak membawa perangkat komunikasi maupun alat lain yang berpotensi digunakan untuk berbuat curang.

  • “Tes CAT ini dirancang untuk mengukur potensi dan karakter peserta secara objektif. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama, dan hasilnya murni berdasarkan kemampuan masing-masing,” tutur Fadly.


Melalui proses seleksi yang profesional, objektif, dan transparan tersebut, Polda Jawa Barat berkomitmen menghasilkan calon anggota Polri yang unggul, berintegritas, serta siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di masa mendatang.

  • Sementara itu, Kabagbinkar Ro SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko, menegaskan bahwa keterbukaan dalam proses seleksi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polda Jabar memastikan tidak ada jalan pintas dalam seleksi penerimaan anggota Polri, baik Taruna Akpol, Bintara, maupun Tamtama. Setiap peserta yang lulus adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria kemampuan dan integritas,” tegas Condro.

(Suwardi Crb)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)