Ciamis –Patroli88investigasi.com
Drs. H. Komar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), menyelenggarakan kegiatan reses Tahun Sidang 2026 Periode Pertama pada hari Jum'at, 13 Februari 2026, di Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa sektor pertanian bukan hanya menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga setempat, namun juga berperan penting sebagai sumber bahan baku untuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Selama kunjungan lapangan, H. Komar secara langsung bertemu dengan para petani dan tokoh masyarakat untuk mendengar aspirasi mereka serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi di tingkat desa.
Menurutnya, pertanian memiliki potensi strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, mengurangi kesenjangan pendapatan antar masyarakat, dan memberikan kontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan gizi melalui program MBG.
"Kita perlu membangun kolaborasi yang terintegrasi untuk mengembangkan pertanian yang mengedepankan teknologi modern dan prinsip keberlanjutan. Hal ini mencakup pemberian akses terhadap bibit berkualitas, pelatihan penggunaan teknologi dalam praktik pertanian, serta penguatan sistem pemasaran hasil tani. Selain itu, kita juga harus memperkuat perekonomian sektor ini agar dapat secara berkelanjutan memenuhi kebutuhan bahan baku untuk program MBG," jelasnya.
Selain itu, H. Komar menyampaikan bahwa ia akan mengajukan usulan kebijakan dan program pendukung pengembangan pertanian desa melalui mekanisme kerja di forum DPRD Kabupaten Ciamis.
Usulan kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan kepada pelaku pertanian tepat sasaran, termasuk dalam hal menghubungkan petani dengan rantai pasokan bahan baku untuk program MBG.
Kegiatan reses ini juga dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan yang telah berjalan serta mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur pendukung pertanian, seperti jaringan irigasi dan jalan desa
Dengan peningkatan infrastruktur tersebut, diharapkan proses produksi dan distribusi hasil pertanian yang akan digunakan sebagai bahan baku program MBG dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Yeyep Arip

