KUNINGAN –(Patroli88investigasi) Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan di hadiri oleh bupati Kuningan Dr.H. Dian Rahmat Yanuar, M.Si,. yang di digelar di Ballroom Arya Kamuning Lantai 3 Gedung Pemda Kabupaten Kuningan, pada Sabtu pagi (14/2/2026).
Bupati Kuningan Dian memberikan sambutan sekaligus arahan kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Dalam acara tersebut Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., Dicky Mahardika, S.E., M.Si Kabid Paud Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Ketua DPW FK PKBM Provinsi Jawa Barat Heru Saleh, S.Pd., M.Pd., serta para pengelola PKBM se-Kabupaten Kuningan.
Dalam kesempatannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan tidak hanya dapat berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kuningan membangun maju itu tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga non-fisik dan Salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Itu sebuah keniscayaan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan, kemajuan daerah masih diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Dari sisi pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat usia produktif di Kuningan masih menjadi tantangan bersama.
Oleh karena itu, Bupati menilai keberadaan PKBM memiliki peran sentral dalam mendorong peningkatan lulusan sekolah melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Menurutnya, masih terdapat warga usia produktif yang belum memiliki ijazah formal (SD, SMP, maupun SMA), sehingga PKBM menjadi jembatan penting menuju akses pendidikan yang lebih layak.
“PKBM ini menjadi jembatan penghubung antara harapan masyarakat yang belum mengakses pendidikan formal dengan kesempatan hidup yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga mendorong sinergi PKBM dengan pemerintah desa, perangkat desa, hingga pondok pesantren agar semakin banyak warga yang dapat difasilitasi memperoleh pendidikan kesetaraan.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama dalam menangani persoalan anak tidak sekolah dan keterbatasan akses pendidikan di wilayah pelosok. Ia meminta jajaran perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk aktif turun ke lapangan. “Jangan hanya bekerja di belakang meja. Pastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa pengelolaan PKBM harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berbasis data. Validasi serta pembaruan data warga belajar merupakan langkah awal dalam perencanaan program yang tepat sasaran. Selain itu, ia mendorong pengembangan pendidikan kecakapan hidup (life skills), literasi digital, pelatihan sektor pertanian, serta penguatan UMKM agar lulusan PKBM memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Bupati berharap agar PKBM menjadi forum yang konsultatif dan konstruktif dalam memberikan masukan kebijakan pendidikan di daerah. “Setiap warga berhak belajar, dan setiap kesempatan belajar adalah pintu perubahan. Mari kita bangun pendidikan yang berdampak dan membawa senyum bagi masyarakat Kuningan,” pungkasnya.
(Anggi)

