patroli88investigasi.com
BANYUMAS-Warga Karang Pelem, Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya bak penampung air bersih yang dibangun di sumber air alami milik warga setempat. Proyek ini, yang dikelola oleh Badan Pengelola Sarana Prasarana Air Minum (BP-SPAM) Batur Makmur, diharapkan mampu mencukupi kebutuhan air bersih bagi sekitar 48 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut. Sumber air ini berasal dari lingkungan tambang PT Dinar Batu Agung, yang sebelumnya menyebabkan kesulitan air bersih bagi warga selama lebih dari 7 tahun. Kamis (01/01/2026)
Dibangunya bak penampung dan penyaring ini merupakan realisasi dari hasil rapat musyawarah bulan November 2025 di gedung serbaguna Karang Pelem.
Warkim, salah satu warga, mengungkapkan kelegaan setelah bertahun-tahun bergantung pada kiriman air yang sering keruh akibat aktivitas tambang di sekitar mata air. "Alhamdulillah selama 8 tahun kami kesulitan air bersih. Kini dengan adanya bak penampung dan penyaring, kami tenang. Terima kasih kepada PT DBA," ujarnya.
Novi, perwakilan pengelola PT Dinar Batu Agung, menyampaikan sambutan dalam acara serah terima bak air bersih pada 1 Januari 2026. Ia menyebutkan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen perusahaan untuk mendukung kebutuhan warga RW 4 Desa Baseh. Meski ada keterlambatan dari rencana awal (12 hari kerja menjadi 21 hari) dan penyesuaian ukuran bak (dari 3x1 meter menjadi 3x2 meter), biaya tambahan ditanggung penuh oleh pengelola pabrik. Bak air ini kini menjadi hak warga melalui hibah dari PT Dinar Batu Agung dan lahan Pak Priyo. "Semoga ini dikelola dengan baik dan bermanfaat bagi semua," kata Novi kepada wartawan
Di sisi lain, para pekerja tambang manual yang terdampak penutupan sementara PT Dinar Batu Agung berharap pemerintah segera membuka kembali operasional perusahaan. "Kami sangat terpojok tanpa penghasilan untuk keluarga, terutama yang punya anak sekolah. Kami hanya bisa pecah batu," keluh mereka.
Sementara itu, pemilik tanah seperti Suyatno dan lainya yang telah mengikat perjanjian sejak 2018 dengan PT Dinar Batu Agung menuntut pengambilan batu besar segera dilakukan. "Tanah kami pribadi, bukan negara. Kami ingin segera tanam palawija karena hasilnya lebih cepat daripada tanaman kayu," ujar Suyatno.
Ia menambahkan bahwa lahan yang sudah direklamasi kini lebih rata dan subur, dengan peningkatan tanaman dibandingkan sebelumnya.
Pembangunan bak air ini menunjukkan kolaborasi antara perusahaan tambang dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar, meski tantangan ekonomi dan lingkungan masih menjadi isu utama di wilayah tersebut.
By IMAM S


