Ciamis –Patroli88investigasi.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Sarkum, telah melaksanakan kegiatan reses Tahun Sidang 2026 Periode Pertama pada hari Rabu (11/2/2026) di Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis.
Dalam kegiatan tersebut, H. Sarkum menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian merupakan pilar esensial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, sekaligus berperan sebagai penyedia bahan baku bagi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan pada kesempatan tersebut, beliau melakukan pertemuan langsung dengan para petani dan tokoh masyarakat untuk mendengar aspirasi serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi di tingkat masyarakat.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa, menekan kesenjangan pendapatan antar lapisan masyarakat, serta berkontribusi signifikan dalam pemenuhan kebutuhan gizi melalui program MBG.
"Perlu dilakukan kolaborasi terpadu untuk mengembangkan pertanian berbasis teknologi modern dan prinsip keberlanjutan. Hal ini mencakup penyediaan akses terhadap bibit unggul, pelatihan penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian, serta penguatan sistem pemasaran hasil produksi. Selain itu, perekonomian sektor pertanian perlu diperkuat agar dapat secara berkelanjutan memenuhi kebutuhan bahan baku untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG)," ujar H. Sarkum saat bertemu dengan perwakilan petani setempat.
Selain itu, H. Sarkum menyampaikan bahwa dirinya akan mengusulkan kebijakan dan program pendukung pengembangan pertanian desa melalui mekanisme kerja yang ada di forum DPRD Kabupaten Ciamis.
Usulan kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa dukungan yang diberikan kepada para pelaku pertanian tepat sasaran, termasuk dalam rangka menghubungkan petani dengan rantai pasokan bahan baku untuk program MBG
Kegiatan reses ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi implementasi program pembangunan yang telah berjalan serta mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur pendukung sektor pertanian, seperti sarana irigasi dan jalan desa.
Diharapkan dengan peningkatan infrastruktur tersebut, proses produksi serta distribusi hasil pertanian yang akan digunakan sebagai bahan baku program MBG dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Yeyep Arip

