PURBALINGGA – Dampak bencana alam yang melanda wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, menyebabkan sejumlah jembatan putus dan mengakibatkan akses antar dusun terisolasi, sehingga aktivitas warga, khususnya petani, sempat terhenti.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kodim 0702/Purbalingga bersama Batalyon Zipur 4/Tanpa Kawandya bergerak cepat membangun 1 unit jembatan darurat Bailey di Sungai Sempalan, Dusun Gunung Malang, Desa Serang, yang menjadi salah satu akses utama menuju Dusun Kaliurip, Desa Serang.
Pembangunan 1 unit jembatan Bailey ini berhasil diselesaikan dan mulai dapat dilalui warga pada Minggu (1/2/2026).
Salah seorang warga Dusun Kaliurip yang berprofesi sebagai petani, Slamet Mualim, mengaku sangat terbantu dengan rampungnya jembatan darurat tersebut.
“Sebelumnya akses benar-benar terputus, kami kesulitan membawa hasil panen. Alhamdulillah sekarang jembatan sudah jadi, kami bisa beraktivitas normal lagi. Terima kasih kepada TNI semua,” ungkapnya.
Perwira Batalyon Zipur 4/Tanpa Kawandya, Letda Czi Jupiter, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Bailey tersebut tergolong cepat meski dihadapkan pada berbagai kendala, terutama faktor cuaca.
“Pembangunan jembatan Bailey ini termasuk cepat, hanya dua hari selesai. Kendala utama adalah cuaca, karena dari siang hingga sore sering diguyur hujan, namun tetap kami maksimalkan,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan dari Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Arm Mindoko, berharap jembatan darurat tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal, khususnya untuk mendukung perekonomian,” ujarnya.
Ia menambahkan pembangunan jembatan Bailey ini menjadi bukti sinergi TNI AD dalam penanganan pascabencana.
"Bukti sinergi TNI AD sekaligus wujud nyata kehadiran negara dalam membantu memulihkan akses vital dan roda kehidupan masyarakat," pungkasnya.
(By SF)



