Banyumas – Wakil Bupati Banyumas Lintarti, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono, Ketua PGRI Kabupaten Banyumas Sarno, serta sejumlah tamu undangan lainnya, menghadiri sekaligus membuka Konferensi Kerja Tahun Pertama Masa Bakti XXIII PGRI Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/01/2026) di Gedung Guru Banyumas.
Ketua Panitia Konferensi Kasiyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Konferensi Kerja Kabupaten Tahun Pertama Masa Bakti ke-23 sebagai forum organisasi penting di bawah Kongres Kabupaten.
“Pertemuan ini merupakan forum organisasi penting di bawah Kongres Kabupaten yang mempertemukan seluruh pengurus cabang dan cabang khusus se Kabupaten Banyumas,” ujar Kasiyanto.
Konferensi Kerja Kabupaten PGRI Banyumas tahun ini mengusung tema Guru Hebat Indonesia Kuat, dengan tujuan utama melakukan evaluasi kinerja organisasi selama periode Januari–Desember 2025, menyusun perencanaan strategis program kerja untuk Januari–Desember 2026, serta menentukan sikap dan strategi organisasi dalam menghadapi berbagai persoalan pendidikan dan perkembangan situasi terkini.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PGRI Kabupaten Banyumas, perwakilan pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, pengurus cabang dan cabang khusus, serta unsur pemerintahan terkait.
Kasiyanto menegaskan bahwa Konkerkab memiliki kewenangan konstitusional untuk membahas pelaksanaan keputusan Kongres Kabupaten serta menetapkan kebijakan organisasi, sepanjang tidak bertentangan dengan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono dalam sambutannya menekankan pentingnya langkah-langkah aktual PGRI dalam menjawab tantangan zaman yang kini didominasi oleh generasi milenial.
“Organisasi diharapkan mampu merespons berbagai dinamika kebangsaan dengan kebijakan yang relevan dan menyentuh kebutuhan anggota,” tutur Joko Wiyono.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan PGRI sebagai “Rumah Kerja” bagi para guru, yakni sebagai ruang diskusi yang nyaman dalam memecahkan persoalan pendidikan, wadah untuk mengaktualisasikan potensi diri, serta sarana stimulan untuk mendorong inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Menghadapi tantangan masa depan, kapasitas guru perlu terus ditingkatkan agar tetap menjadi sosok yang penuh dedikasi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Joko Wiyono menambahkan bahwa PGRI diharapkan tetap menjadi organisasi yang relevan lintas generasi dengan membangun komunikasi yang baik serta memiliki fleksibilitas agar tetap menarik dan tidak kaku. Hal ini penting untuk menjaga sinergi dengan lingkungan sekitar serta pimpinan daerah dalam memajukan dunia pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Banyumas Lintarti menegaskan bahwa Konferensi Kerja ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan langkah bersama dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Menurut Lintarti, seiring perkembangan zaman, peran guru semakin luas. Guru tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan inspirator dalam mendukung pembangunan Generasi Emas.
“Masa depan pendidikan ada di tangan Bapak dan Ibu Guru. Peran bapak dan ibu guru sangat luas untuk membimbing anak-anak kita menghadapi masa depan,” ungkap Lintarti.
Lintarti mengajak seluruh keluarga besar PGRI untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan mutu pembelajaran, perhatian khusus terhadap potensi peserta didik, penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta inovasi metode pembelajaran yang adaptif.
Lintarti menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara PGRI, sekolah, orang tua dan masyarakat. PGRI memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai pilar kinerja pendidikan di daerah.
“Penting bagi kita untuk terus menjaga kebersamaan dan kekompakan di dalam organisasi,” pungkasnya.
By Pandu Yuristian



