KUNINGAN – Menindaklanjuti arahan strategis dari Rapat Koordinasi di Kantor Gubernur Jawa Barat (Gedung Negara Pakuan) pekan lalu, jajaran kepolisian bersama pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pendataan sumber daya air. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pasawahan pada Selasa (27/01/2026) pagi, dilaksanakan pertemuan koordinatif lintas sektoral untuk memetakan wilayah desa yang menghadapi permasalahan pemanfaatan air di lereng Gunung Ciremai.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kadis DPMD Provinsi Jawa Barat, Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T., serta Kadis DPMD Kabupaten Kuningan. Kapolsek Pasawahan, Iptu Enang Kurnia, hadir memastikan jalannya pertemuan yang melibatkan tujuh camat dan seluruh kepala desa penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Fokus utama pertemuan ini adalah mencari solusi atas kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian tanpa merusak kelestarian ekosistem hutan lindung.
Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa manajemen air di lereng Ciremai memerlukan sinkronisasi data yang akurat antara kebutuhan domestik desa dengan aturan ketat kawasan konservasi. Polri berperan dalam memfasilitasi komunikasi agar tidak terjadi konflik sosial antarwarga terkait perebutan jalur distribusi air. Pendataan ini menjadi basis data penting bagi pemerintah provinsi dalam menyusun regulasi penataan kawasan gunung yang lebih adil dan berkelanjutan.
Kapolsek Pasawahan menekankan bahwa peran kepolisian adalah memastikan setiap kebijakan penataan air berjalan dalam koridor hukum dan tetap menjaga kondusifitas wilayah. Sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis menunjukkan besarnya harapan para kepala desa agar ada solusi konkret bagi lahan pertanian mereka yang bergantung pada mata air pegunungan. Polisi hadir untuk menjamin bahwa proses birokrasi ini tidak menimbulkan gesekan di tingkat akar rumput.
Hingga berakhirnya kegiatan, pertemuan berjalan dengan aman dan kondusif. Langkah koordinatif ini diharapkan dapat melahirkan kesepakatan tata kelola air yang transparan. Polres Kuningan berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan pendataan ini hingga ke tingkat lapangan, demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sekaligus menjaga Gunung Ciremai sebagai paru-paru dan menara air Jawa Barat.

