patroli88investigasi.com
Pemerintah Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, mengapresiasi dukungan Kepolisian Republik Indonesia dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan.
Kepala Desa Cucukan, Heru Pramana, mengatakan runtuhnya jembatan lama pada tahun 2021 berdampak besar terhadap aktivitas warga. Selama bertahun-tahun, akses warga ke lahan pertanian dan siswa yang bersekolah terganggu karena harus memutar lebih jauh.
“Atas nama Pemerintah Desa Cucukan dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Bapak Kapolres Klaten, yang telah mendukung pembangunan jembatan ini. Sejak jembatan lama hilang, warga harus memutar jauh, baik untuk ke sawah maupun anak-anak yang berangkat sekolah,” Ungkap Heru Pramana, Rabu (14/1/2026) saat peresmian jembatan Merah Putih Presisi Klaten.
Ia menyebut, dukungan Polri semakin dirasakan karena tidak hanya sebatas bantuan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam proses pembangunan. Kehadiran Kapolres Klaten ke Desa Cucukan menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat.
“Beliau Bapak Kapolres beberapa waktu yang lalu rawuh ke Cucukan untuk membantu program kami agar bisa berjalan dengan baik, bisa mewujudkan pembangunan jembatan ini lebih sempurna dan lebih baik lagi.,” ujarnya.
Heru berharap jembatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Desa Cucukan dan Desa Kotesan. Menurutnya, jembatan ini sangat penting untuk menunjang kegiatan pendidikan, pertanian, dan aktivitas ekonomi warga.
“Jembatan ini menjadi jalur utama bagi anak-anak sekolah, termasuk siswa MI Almadina, serta warga yang bekerja di lahan pertanian di seberang sungai. Harapan kami, keberadaan jembatan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Klaten melaksanakan pembangunan Jembatan Barat Dukuh Matangan yang berada di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Jembatan ini memiliki panjang 15 meter dan lebar 4 meter, dibangun menggunakan konstruksi gelagar baja IWF dan plat beton bertulang, serta dirancang mampu menahan beban hingga 10 ton.
Jembatan tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, melayani mobilitas warga dari 11 dusun dengan jumlah sekitar 890 kepala keluarga, serta menunjang aktivitas pendidikan, pertanian, dan ekonomi masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan yang telah rampung tersebut kemudian diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sebagai bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi, menandai kembali terbukanya akses utama warga yang sempat terputus.
By Humas


