Dian Basudiman: Negara Abai, Rumah Tak Layak Huni Menjadi Pemandangan Biasa

Moris
0

KUNINGAN - PATROLI88INVESTIGASI.COM,-
Persoalan rumah warga yang retak dan nyaris roboh kembali mencuat di Kabupaten Kuningan. Harapan masyarakat untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) seolah bertepuk sebelah tangan. Di tengah gencarnya agenda pembangunan dan seremoni prestasi, masih banyak warga yang hidup dalam kondisi tempat tinggal yang tidak layak dan membahayakan keselamatan.

Ketua Sundawani Wirabuana Kuningan Kota, Dian Basudiman, menyoroti keras lambannya respons pemerintah terhadap rumah milik Titin Sutinah, warga Dusun Pon RT 011 RW 004 Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar. Hingga kini, kata Dian, belum ada tindak lanjut nyata dari pemerintah desa maupun Pemkab Kuningan, meskipun kondisi rumah tersebut sudah sangat memprihatinkan.

“Ruang tamu penuh retakan, kamar depan sudah jebol. Ini bukan sekadar rusak ringan, ini ancaman keselamatan. Tapi ironisnya, tidak ada satu pun pihak yang benar-benar hadir,” tegas Dian. Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, kasus serupa juga terjadi di Desa Lengkong Kecamatan Garawangi kabupaten Kuningan. Salah satunya menimpa Utin, seorang janda tua yang tinggal di Blok Kliwon RT 14 RW 06. Rumahnya sudah lama dinyatakan tidak layak huni, namun hingga hari ini belum tersentuh bantuan, meskipun laporan telah berulang kali disampaikan ke pemerintah setempat dan bahkan ke Baznas Kuningan.

“Bu Utin hidup sama anak cucunya , di rumah yang setiap saat bisa ambruk. Tapi sampai sekarang tidak ada respon. Ini bukan sekadar kelalaian, ini bentuk pembiaran,” ujar Dian dengan nada geram.

Dian menilai, kondisi ini mencerminkan wajah buram pembangunan yang lebih sibuk mengejar citra dan penghargaan ketimbang menyelesaikan persoalan mendasar rakyat.

“Di tengah hegemoni seremoni medali dan piagam prestasi kepala daerah, ada warga yang masih tidur di bawah atap retak. Ini ironi yang sangat menyakitkan,” katanya.

Sundawani Wirabuana Kuningan Kota mendesak Pemkab Kuningan agar segera turun langsung, melakukan pendataan ulang rumah tidak layak huni, serta memberikan solusi konkret dan cepat.

“Jangan tunggu viral atau korban dulu. Negara seharusnya hadir sebelum tragedi terjadi,” pungkas Dian.


/Red

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)