_Sumbawa Barat, patroli88investigasi.com_- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat bekerja sama dengan Dinas Kominfotik Provinsi NTB melaksanakan kegiatan Peningkatan Kemanan Digital di Lingkungan Pemkab Sumbawa Barat yang merupakan upaya memperkuat keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Literasi Digital bagi ASN dan OPD, hasil , yang digelar pada Jumat, 5 Desember 2025, di Aula Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah.
Acara ini juga diikuti oleh perwakilan dari masing-masing OPD dan berfokus pada peningkatan pemahaman ASN terhadap keamanan digital. Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kominfo KSB, Dedy Dambudy, M. Khatim, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kominfotik NTB atas terselenggaranya kegiatan penting ini. Ia menekankan bahwa transformasi layanan publik dan aktivitas OPD yang semakin digital harus dibarengi dengan kesadaran keamanan yang lebih kuat.
“Terima kasih kepada Kominfotik Provinsi NTB yang telah mengagendakan kegiatan penting ini. Tidak dapat dipungkiri, semua aspek kehidupan kini masuk ke arena digital, termasuk layanan-layanan OPD yang jumlahnya semakin banyak. Karena itu, kita perlu memastikan keamanan data benar-benar terjaga,” harapnya.
Kegiatan ini bertema “Menjaga Rahasia Negara, Melindungi Data, Dimulai dari Meja Kerja Kita” serta materi awal disampaikan oleh narasumber dari Kominfotik NTB, R. Ronald Ommy Yulyantho, ST., MT.
Dalam paparannya, Ronald menegaskan bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab Diskominfo semata. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar insiden siber muncul bukan karena kelemahan sistem, melainkan karena kelalaian pengguna, mulai dari membuka tautan tidak dikenal, menggunakan kata sandi lemah, hingga tidak berhati hati dalam membagikan dokumen.
Materi yang ditampilkan menggugah kesadaran peserta bahwa manusia sering menjadi target utama serangan siber. Melalui contoh kasus phishing, modus catut nama pimpinan, dan lemahnya kontrol internal.
Ronald mengajak ASN untuk memperkuat perilaku kerja digital yang aman. “Keamanan digital tak hanya menjadi tugas Diskominfo. Ia dimulai dari kebiasaan kita: cara membuat password, cara membuka dokumen, hingga bagaimana kita menjaga perangkat kerja. Setiap tindakan kecil berdampak besar terhadap risiko kebocoran data,” jelasnya.
Kesimpulan materi yang dipaparkan adalah bahwa lebih dari 70% insiden siber terjadi karena human error, bukan karena kelemahan sistem.
Melalui materi “Digital Hygiene”, ASN diajak memahami sejumlah kebiasaan sederhana namun penting untuk menjaga keamanan informasi di lingkungan kerja. Narasumber menekankan agar ASN tidak menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, lebih berhati-hati dalam menggunakan flashdisk atau perangkat eksternal yang belum dipindai, serta menghindari kebiasaan memotret layar yang memuat data sensitif.
Selain itu, dokumen internal tidak boleh dibagikan melalui media sosial atau kanal yang tidak aman, dan aplikasi dinas juga tidak disarankan diakses melalui jaringan Wi-Fi publik. Seluruh kebiasaan kecil ini, jika diterapkan secara konsisten, dapat menjadi benteng awal dalam mencegah kebocoran data dan ancaman siber lainnya.
Materi yang disampaikan juga menekankan kewajiban ASN untuk memverifikasi pesan mencurigakan, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta segera melapor jika menemukan insiden siber.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta mengajukan beragam pertanyaan seputar praktik keamanan di OPD, penanganan insiden siber, serta langkah-langkah preventif yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melelui pelaksanaan kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang adaptif dan aman di era digital. Literasi keamanan siber menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran layanan publik serta melindungi data strategis daerah dari ancaman peretasan.
Peningkatan literasi digital ini menjadi salah satu langkah nyata menuju tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan berintegritas sejalan dengan visi KSB Maju Luar Biasa (R.Taka)

