*Sumbawa Barat, patroli88investigasi.com* – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat, melalui Kabid Kominfo Ahmad Hidayat, S. STP memimpin rapat Tim Pelaksana Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KSB. Kegiatan ini bertujuan memperkuat transformasi digital pada sistem Pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat.
Berbagai OPD pengampuh aplikasi layanan Smart City hadir pada kegiatan ini sebagai bagian dari evaluasi, pemutakhiran program, dan tindak lanjut rekomendasi asesor Smart City tahun berjalan.
Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika dalam rapat tersebut menjelaskan bahwa saat ini KSB memiliki tujuh layanan aktif dalam ekosistem Smart City dan akan mengusulkan pembaruan di tahun mendatang. Ahmad Hidayat, S. STP menekankan pentingnya keberlanjutan program, integrasi layanan, dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha.
“Smart City harus bergerak berkesinambungan. Tahun depan kami menyiapkan platform KSB Maju Luar Biasa untuk membangun klaster-klaster ekonomi. Harapannya program Smart City tidak hanya berjalan, tetapi berkembang dan terhubung dengan capaian program daerah yang sudah ada,” jelasnya.
Kegiatan evaluasi ini menjadi forum penting untuk meninjau kembali implementasi enam dimensi Smart City di KSB (Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Society, Smart Living, dan Smart Environment) yang selama ini dijalankan oleh OPD pengampuh.
Dayat, sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari agenda besar membangun KSB Maju Luar Biasa melalui inovasi layanan publik berbasis teknologi.
Pada sesi diskusi diwarnai dengan beragam masukan dari OPD pengampuh. Dinas Dukcapil, berharap pembaruan versi aplikasi Salam Dukcapil dapat segera dilakukan agar layanan administrasi kependudukan semakin optimal, termasuk rencana percepatan Kartu Identitas Anak (KIA) bekerja sama dengan Dinas Dikbud.
Di bidang kesehatan, RSUD Asy Syifa mengusulkan agar layanan rekam medis elektronik dapat terakomodasi dalam Aplikasi Layanan Smart City agar terintegrasi dengan layanan kesehatan lainnya. Dari sektor pariwisata juga menyampaikan pentingnya ketersediaan data kunjungan destinasi dan sinkronisasi informasi tamu hotel untuk memperkuat Smart Branding.
Diskominfo melalui Kabid Kominfo merespons dengan menyatakan bahwa tim programmer siap membantu penyediaan menu input data atau fitur yang diinginkan serta mengusulkan pembentukan SK operator Smart City agar pengelolaan sistem lebih terarah.
Tenaga fungsional Bidang Komunikasi, Marwan Nulhakam juga menambahkan perlunya penyempurnaan masterplan Smart City agar setiap program dapat terhubung dengan jelas ke masing-masing dimensi. Ia mengingatkan bahwa evaluasi tahunan dari Kementerian Kominfo akan terus dilakukan, sehingga akurasi dan keberlanjutan dan pemutakhiran program menjadi kunci keberhasilan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah menegaskan pentingnya peran aktif setiap OPD sesuai tugas dan fungsi yang tertuang dalam SK Tim Pelaksana Smart City. Kolaborasi antar-OPD dan pemutakhiran data serta aplikasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus meraih hasil optimal pada evaluasi Smart City di tingkat nasional.
Di akhir kegiatan, diskominfo menegaskan bahwa seluruh perkembangan program Smart City harus terus diperbarui dan diinput secara berkala dalam aplikasi masing-masing dimensi, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari transformasi digital yang sedang dibangun di Kabupaten Sumbawa Barat. (R.Taka)
