Kuningan. . Patroli Investigasi 88.comLemahnya indeks dalam pengawasan dan Verifikasi dari Dinas Pendidikan Propinsi menjadi pusat perhatian dari berbagai kalangan pasalnya sudah bukan daobel anggaran pembangunan di SLB Luragung akan tetapi Dahsiat ada tiga program dalam satu tahun yakni Revitalisasi sumber anggaran APBN, Pemagaran & Saluaran dari APBD Propinsi dan Pembangunan RKB dari APBD Propinsi.
Penumpukan program menjadi sorotan public diduga dalam pelaksanaan Pembangunan RKB lemahnya pengawasan yang di lakukan oleh Konsultan pengawas sehingga membuka peluang bagi pihak ketiga selaku pelaksana memanipulasi dalam penggunaan material dan kontruksi lainya, yang mana di lokasi tidak terpangpang juklak / juknis gambar padahal di anjurkan dalam peraturan dan UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan public.
Menur Ade selaku Mandor saat di temui di lokasi menyampaikan Pembangunan semuanya ada 8 lokal yang terdiri dari 6 lokal ruang kelas dan 2 lokal Pokasi saat di konfirmasi mengenai juklak / juknis spesipikasi gambar beliau tidak tahu menahu kalau urusan konsultan dan yang lainnya untuk lebih jelasnya tanyakan ke Pak. Sopian guna menggali keterangan dan ketransfaranan dalam informasi awake media menemui Sopian yang bertanggung jawab dalam pengadaan material / Logistik saat di konfirnasi mengenai kontruksi bangunan salah satunya dalam kontruksi besi serta diameter Ring balok justru mengembalikan secara teknis itu ranahnya Pa Mandor karna Saya di sini bertanggung jawab urusan material saja saling lengpar antara Ade vs Sopian.
Lebih jauh menurut Sopian kalu konsultan pengawas dari Propinsi sampai saat ini belum pernah kesini,..? Kalau direktur Utama Pa Admi berdomisili di Bandung kalau urusan pekerjaan biasanya ada utusan / orang kepercayaan Pa Behan akan tetapi dengan kesibukan yang padat beliau kalau ke sini kadang sore kalau ingin keterangan yang jelas lebih baik dengan Pa Behan saja pungkasnya Kerala awak media ** Do2*

