Notification

×

Iklan


Dr H Rofik Sub Kordinator Keswan dan Kesmavek Bidang Perternakan Kabupaten Kuningan Sampaikan Terimakasih ke Pemkab dan Pemerintah

27 Desember 2022 | Selasa, Desember 27, 2022 WIB Last Updated 2022-12-27T06:09:27Z

 Selasa, 27 Desember 2022

12.2



Kuningan Patroli88investigasi.com_Peternak Sapi terdampak penyakit kuku dan mulut (PMK) yang mewabah di Kabupaten Kuningan beberapa waktu lalu. Kini sedikit bernapas lega. Hal itu setelah Kementerian Pertanian RI memberikan bantuan untuk mereka melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan.

Bantuan dari Kementan diserahkan oleh Bupati Kuningan, H. Acep Purnama seusai apel pagi, Senin kemarin  di Halaman Setda Kuningan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Satgas PMK dan Kementan RI hal ini bidang Pertenakan 

“menurut Kepala Dinas melalui Kepala Bidang Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Kuningan Lya Priliyawati S.Pi. M.P mengatakan  Saya sampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak, khususnya Satgas PMK yang sudah banyak melakukan gerakan pengendalian PMK dan kami sendiri sangat berterima kasih kepada pemerintah pemkab kuningan yang telah berperan aktif dalam mempasilitasi para pertenak pokonaya banyak terima kasih ujar Bu kepala bidang Lya 

 hal yang sama diutarakan oleh Sub kordinator Keswan dan Kesmavek Drh Rofik saat di temui oleh patroli88 di kantornya Selasa 27 Desember 2022 mengatakan Pada acara kemarin tanggal 26 Desember 2022 Dinas Perikanan dan Pertenakan melalui Bidang Pertenakan yang di gagas langsung oleh Pemkab Kuningan memberukan secara simbolis bantuan pemerintah berupa uang yang sudah dibuatkan dalam buku rekening atas nama peternak penerima saya berikan kepada perwakilan dari 4 koperasi.” ucap Drh Rofik 

Masih lanjut Drh Rofik Perwakilan 4 koperasi yang menerima bantuan diantaranya KSU Karya Nugraha Jaya, KPSP Saluyu, Lembah Jaya Kemuning dan Koperasi Larasati.

Bantuan diberikan sebagai upaya mengurangi dampak kerugian ekonomi yang disebabkan oleh kematian ternak. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa uang Rp.10 Juta per ekor, dengan catatan bahwa ternak mati/sudah dilaporkan secara system informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS) dan setiap peternak hanya dibatasi maksimal  5 ekor jelas Drh Rofik

( agus gusbur Korwil)

×
Berita Terbaru Update