Notification

×

Iklan


Sri Ruwiyati Bersama Bappeda Jateng Sosialisasi Diseminasi Perekayasaan Inovasi dan Teknologi Pupuk Organik

27 November 2022 | Minggu, November 27, 2022 WIB Last Updated 2022-11-27T06:50:46Z



Kabupaten Banjarnegara -Patroli88investigasi.com_Bappeda dan Komisi E DPRD Jawa Tengah, menggelar Diseminasi Perekayasaan 

Inovasi dan Teknologi Sabtu 26 November 2022 di Aula RM Ibu Lies Sigaluh. Dalam kesempatan ini 

Bappeda menyampaikan hasil inovasi pembuatan pakan ternak dan pupuk kompos dari sampah organik. 

Diharapkan dengan inovasi ini akan menjadi nilai tambah bagi petani di Kecamatan Sigaluh dan sekitanya.Kegiatan dihadiri Agung Kunmarjono,SH Kabid inovasi dan teknologi Bappeda Jawa Tengah, Hj. Sri Ruwiyati,SE.MM Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang juga sebagai Komandante Bintang 

Tiga Dapil 10, Ismawan Setya Handoko,SE Ketua DPRD Banjarnegara, Wahju Djatmika,AL.BS.SE Ketua PA 

GmnI Banjarnegara, Suseno (Pemateri pembuatan pupuk organik), Izak Danial Aloy Camat Sigaluh, 

Kepala Desa se Kecamatan Sigaluh, Ketua kelompok tani Kecamatan Sigaluh, Madukara dan Banjarnegara. 

Hadir pula Sarwono Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sigalug, Perwakilan DPC GmnI Banjarnegara

Disampaikan Agung Kunmarjono, diseminasi perekayasaan inovasi dan teknologi adalah dalam rangka meningkatkan produksi hasil pertanian untuk ancaman krisis pangan dan krisis energi. Untuk itulah diperlukan usaha-usaha untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat Indonesia, khususnya Banjarnegara melalui pendekatan teknologi.

Selain itu, terapan inovasi tersebut diharapkan memberikan manfaat lebih kepada kelompok sasaran atau kelompok tani. " harapan kita, dengan terapan teknologi tersebut maka akan meningkatkan produktifitas tanaman, meningkatkan kandungan unsur hara yang ada di tanaman. Kesimpulannya bahwa 

inovasi pemanfaatan teknologi pertanian ini untuk menyongsong ketahanan pangan di Indonesia," Pungkasnya Sementara itu, Hj. Sri Ruwiyati,SE.MM Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah menegaskan 

bahwa diseminasi perekayasaan inovasi dan teknologi dibidang pertanian sangat perlukan, mengingat 

unsur hara semakin menurun akibat penggunaan pestisida. " Selama ini sudah  banyak petani yang 

sukses dengan memanfaatkan teknologi pupuk organik pada tanamannya dan hasilnya cukup 

menggembirakan. Disamping itu hasil produksinya memiliki harga yang signifikan," ImbuhnyaMaka dari itu, teknologi ini perlu diterapkan oleh para petani maupun peternak di Banjarnegara, 

khususnya Kecamatan Sigaluh. " Kami berharap para kelompok tani juga intens belajar seperti apa 

yang telah disampaikan oleh pemateri dari Bappeda terkait diseminasi dan teknologi pembuatan pupuk organik," Katanya

Untuk memaksimalkan penerapan teknologi pembuatan pupuk organik, imbuh Sri Ruwiyati, petani 

Kecamatan Sigaluh diharapkan dapat saling berkoordinasi dan memberikan masukan agar tujuan meningkatkan hasil pertanian dan peternakan dapat tercapai sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Senada, disampaikan oleh Ismawan Setya Handoko, bahwa pentingnya pemanfaatan teknologi dan pupuk 

organik adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan kawasan pertanian di Banjarnegara pada 

umumnya." Kami sependapat dengan Bappeda Jawa Tengah maupun Komisi E terkait pemanfaatan teknologi 

pembuatan pupuk organik. Karen disamping dapat meningkatkan hasil produksi juga menjaga kelestarian 

unsur hara yang ada di lahan pertanian," Kata Ismawan

Sementara itu, Wahju Djatmika selaku Ketua PA GmnI yang juga sebagai Komandante Bintang Dua Dapil 1 

mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bappeda dan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang telah 

memberikan motivasi kepada para Kepala Desan dan petani di Kecamatan Sigaluh dalam pemanfaatan 

inovasi dan teknologi pupuk dan pakan ternak organik. 

" Mudah mudahan ilmu yang dismapaikan oleh narasumber tekait teknologi pembuatan pupuk organik 

dapat menjadi inspirasi petani dan peternak di Kecamatan Sigaluh dan Banjarnegara Umumnya, sehingga 

akan meningkatkan kwalitas maupun kwantitas hasil produksi pertanian dan peternakan. Yang ujungnya 

adalah meningkatkan perekonomian masyarakat."

Suseno selaku pemateri, bekerja sama dengan Bappeda Provinsi Jawa Tengah terkait misi ketahanan 

pangan dan krisis energi global, maka diperlukan inovasi seperti yang di sampaikan pada pertemuan kali ini. 

Perlu diketahui bahwa pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi mahluk hidup, seperti 

pelapukan sisa sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang 

digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, kemudian pupuk organik mengandung 

banyak bahan organik dari pada kadar haranya

Oleh karenanya, pupuk organik buatannya baik untuk meningkatkan kandungan unsur hara yang 

dibutuhkan tanaman . Untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Merangsang pertumbuhan akar, batang 

dan daun, menggemburkan dan menyuburkan tanah. " Untuk pembuatannya diperlukan alat sederhana dan 

bahan sebagai sistem pengurai atau pelapukan yang lebih baik dan tepat. Dan ini perlu diaplikasikan 

oleh petani saat ini." Pungkasnya 


sigi,Heri patroli 88 investigasi com

×
Berita Terbaru Update