Notification

×

Iklan


Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Memusnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu Dan 2 Jenis Pil Koplo

2 November 2022 | Rabu, November 02, 2022 WIB Last Updated 2022-11-02T06:20:11Z


Surabaya,Patroli88investigasi.com –Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap tiga tersangka jaringan international, Rabu 02/11/22.

Pemusnahan barang bukti Narkoba tersebut, yang di hadiri oleh Forkopimda Surabaya dan tokoh agama beserta tokoh masyarakat di lapangan apel Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,



“Kapolres KP3 AKBP Anton Elfrino Trisanto,S.H.,S.l.K.,S.Mi.,memaparkan pada awak media yang hadir," kesempatan kali ini kita akan memusnahkan barang bukti narkoba hasil ungkap bulan Agustus 2022, berupa narkotika jenis sabu seberat 35,996 kg (tiga puluh lima ribu sembilan ratus sembilan puluh enam) dan pil ekstacy sebanyak 4.972 butir (empat ribu sembilan ratus tujuh pulu dua) pil double LL sebanyak 11.506.000. butir (sebelas juta lima ratus enam ribu),” tutur Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Masih AKBP Anton,"Hasil tangkapan ini di dapat dari jaringan internasional yang dikirim dari Cina Sedangkan untuk jenis double LL merupakan jaringan dari Jakarta, kasus ini beserta tersangka yang berhasil diamankan akan  diproses di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Kita lihat dari jumlah narkotika yang saya sebutkan tadi, dan kita asumsikan satu gram sabu dikonsumsi oleh 5 (lima)orang dan satu butir Extacy dikonsumsikan oleh satu orang, dan lima butir pil koplo dikonsumsi oleh satu orang, maka Alhamdulillah kita masih bisa menyelamatkan sebanyak 179 (seratus tujuh puluh sembilan) juta orang dari narkoba,” tambahnya.

Setiap tahun mengalami peningkatan kasus narkoba, kami berharap ke depan semakin memperkuat kinerja kita sebagai penegak hukum untuk menekan agar peredaran dan penyalahgunaan narkoba semakin berkurang.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya ketiga tersangka jaringan international tersebut, dikenakan dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang akan dijerat dengan hukuman lima belas tahun penjara, atau hukuman mati,” tutupnya.

(Rudi,FRN)



×
Berita Terbaru Update