Notification

×

Iklan


Kapolsek Plered, AKP Uton Suhartono, SH, hadiri Klarifikasi Video tawuran antar pelajar di SMK Nusantara, Panembahan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon

5 Oktober 2022 | Rabu, Oktober 05, 2022 WIB Last Updated 2022-10-05T07:25:42Z


CIREBON, patroli88investigasi.com – "Klarifikasi viralnya Video insiden tawuran pelajar SMK Nusantara, srlasa 04/10/2022, yang bertempat di SMK Nusantara, di Ruang kepala Yang di hadiri oleh Kapolsek Plered, AKP Butoni Suhartono, SH, di dampingi Kanit intel Polsek Plered Aiptu TB Mansyur, Kanit bhinmas Aiptu Sulaiman, Kanit Sabhara Aiptu Sindu, kepala sekolah Hj Euis Robiyatul Adawiyah , dan beberap guru wali kelas,   juga Amin ketua dan beberapa Anggota LSM LMP Marcab, Cirebon.

Kapolsek Plered AKP Uton Suhartono SH, mengungkapkan  viralnya video di medsos ini salah paham dengan kata itu banyak orang melihat dari sudut pandang yang mengartikan negatif, maksudnya harus berubah  jangan sampai terjadi lagi tawuran, dari pihak LSM LMP, Amin  dan dari pihak Yayasan juga menerima adanya klarifikasi ini semoga  bermanfaat yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, dan bisa bersinergi membantu mengamati dan menjaga agar tidak terjadi lagi tawuran antar pelajar.

Menurut Eko Guru Bidang Kesiswaan SMK Nusantara  menyampaikan, silaturahmi dengan teman-teman Ormas LMP kebetulan viralnya video yang isi agak menyudutkan kita di SMK Nusantara khususnya guru-guru maka dengan pertemuan ini kita clear kan  agar tidak ada kejadian-kejadain yang lain agar suasana kondusif Sedangkan kita pihak Yayasan dan sekolahan itu dengan rekan-rekan Ormas, LSM dan wartawan adalah mitra dan rekan-rekan kami untuk memajukan dunia pendidikan.

"Amin menyampaikan dengan pembuatan Video dan mengunggah di medsos, sepontanitas dengan tujuan menghimbau agar ada perubahan , dan tidak lagi ada tawuran antar pelajar, karena menurutnya tawuran pelajar menganggu aktifitas warga merugikan orang lain dan diri pelajar karena adanya pelajar yang berjatuhan sampai korban jiwa, dan berurusan dengan APH, sampai di tahan siapa yang rugi, kan pelajar itu sendir, akibatnya tidak bisa mengikuti pelajaran dan putus sekolah akibat tawuran karna di tahan ujar Amin,  harapannya bahwa pihak sekolah ini dengan guru-guru, ketua Osis dan warga masyarakat untuk menjaga kondusifitas wilayah. Kita sebagai ormas bila di butuhkan siap membantu mengawasi dan menjaga agar tidak terjadi lagi tawuran, tanpa upah ,ungkapnya.

(Red/Wahids)



×
Berita Terbaru Update