Notification

×

Iklan


Dua Pelaku Tawuran Di Ciduk Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak

26 Oktober 2022 | Rabu, Oktober 26, 2022 WIB Last Updated 2022-10-26T11:05:10Z


Surabaya, Patroli88investigasi.com –Dengan adanya video viral yang beredar di media sosial tentang tawuran antar Genk sehingga merenggut nyawa yang kini di Rilise oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Pada hari Rabu 26 Oktober 2022 sekira jam 15.00 WIB. kejadian di wilayah Jl.Pantai Kenjeran Surabaya.Tanggal 23 Oktober 2022.

Kini yang dimaksud adalah tersangka inisial MRS berumur 18 tahun beralamat Jl. Tembok Dukuh Surabaya, rekannya berinisial MFA berumur 18 tahun beralamat Jl. Bubutan Surabaya, dan rekan satunya inisial AS berumur 16 tahun beralamat di Jl.Pacar Keling Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto melalui Kasatreskrim AKP Arif wicaksana menjelaskan kepada awak Media, tersangka berhasil ditahan saat adanya laporan dari warga sekitar, yang  sangat meresahkan sekali.

"Pada saat ditengah malam sekelompok pemuda berkumpul di jembatan Suroboyo untuk melakukan tawuran, akhirnya ada salah satu warga melihat adanya tawuran yang mengakibatkan salah satu pemuda meninggal dunia, warga langsung melaporkan terhadap Kapolsek Kenjeran karena sangat meresahkan, anggota Opsnal Jatanras langsung melakukan penyelidikan dengan patroli medsos guna melakukan identifikasi pelaku" Ujar Arif wicaksana.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh anggota kepolisian berupa Ver, rekaman video saat terjadinya tawuran, baju yang digunakan korban, 1 Unit Handphone iPhone milik tersangka beredar video pengeroyokan, 1 bilah celurit dengan panjang 1,5 M yang digunakan untuk membacok korban, 1 bilah celurit warna kuning dengan panjang 2 meter yang didapatkan dari tersangka, 1 Unit Honda PCX warna merah sarana yang digunakan pelaku.

"Modus dari pelaku yang tergabung dalam Aliansi All Star mengadakan pembalasan dengan cara menyerukan "come back" melalui WA Grup dengan sasaran kelompok dari "gangster Team Gukguk dimana kedua kelompok tersebut merupakan musuh bebuyutan, akhirnya pembalasan didasari dari kejadian pada minggu sebelumnya dimana Aliansi All Star mengalami kekalahan dan salah satu dari pelaku mengalami luka" imbuhnya.

Tidak berhenti begitu saja, kejadian tersebut, Aliansi All Star langsung mengajak rekan-rekan untuk melakukan pembalasan ditempat berkumpulnya Team Gukguk, dikarenakan kelompok lawan gangster Team Gukguk dalam keadaan belum siap dan kurang jumlah masa, maka kelompok tersebut berusaha melarikan diri, disaat korban berusaha melarikan diri ke tiga pelaku mengejar dengan menggunakan sepeda motor kemudian menyabetkan celurit mengarah dipunggung dan tangan korban yang mengakibatkan korban terjatuh dalam keadaan luka robek pada punggung akibat dikeroyok.

Biar ada efek jera terhadap tersangka kini harus merasakan nikmatnya masuk ke dalam jeruji besi dan dikenakan sesuai pasal yang berlaku hukum Indonesia, pelaku dijerat pasal  338 KUHP dengan acaman hukuman 15 tahun kurungan, dan atau 351 ayat 3 KUHP, dengan acaman hukuman 7 tahun kurungan, Subs. Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan dan pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951 ancaman hukuman 10 tahun kurungan.

(Rudi,FRN)


×
Berita Terbaru Update