Notification

×

Iklan


Sidang Paripurna Di Rumah Politik DPRD Kuningan Tidak Lebih Dulu Mengumandangkan Lagu Wajib Indonesia Raya?

16 September 2022 | Jumat, September 16, 2022 WIB Last Updated 2022-09-15T22:47:50Z


Kuningan, patroli88investigasi.com_Setiap Kongres Partai Partai Politik Lagu Indonesia Raya Selalu Di kumandangakan tetapi kenapa hajatan daerah di rumah politik DPRD Kuningan tidak dilaksanakan sebelum berjalannya Sidang Istimewa, tentunya seluruh anggota DPRD tanda tanya hingga terjadi keluarnya anggota legislatif ditengah sidang Paripuna berjalan.

Menilik dari sekilas sejarah tentang lagu wajib sebagai lambang persatuan dan kesatuan bangsa. Di tahun 1924 lahirnya lagu yang kini menjadi wajib di nyanyikan oleh seluruh rakyat Indonesia yakni lagu Indonesia Raya, penciptanya adalah Wage Rudolf Soepratman ketika itu tinggal di Bandung setelah pulang dari Makasar. Pada bulan Oktober 1928, di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Dan melahirkan Sumpah Pemuda, pada malam penutupan kongres 28 Otober 1928, Soepratman mendengarkan lagu Ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum.

Pada saat itulah kali pertama lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua orang yang hadir terpukau mendengarnya, dengan cepatnya lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional hinga bila partai partai politik mengadakan kongres maka lagu Indonesia Raya itu selalu di nyanyikan. Sesudah Indonesia merdeka lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, sebagai lambang persatuan bangsa. Ini refernsi sekilas sejarah lagu Indonesia Raya tidak di nyanyikan pada saat Sidang Paripurna DPRD Kuningan yang merupaka rumah politik?

Sangat tidak elok pemandangan hajatan di rumah Politik DPRD Kuningan Pimpinan Nuzul Rachdy ini terjadi. "Rapat ini seharusnya diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu kenapa tidak dilakukan, Teriak Deki Zaenal Mutaqin, aleg dari Partai Gerindra seraya meninggalkan berjalannya sidang istimewa. Hal itu mwrupakan sebuah intrufsi terhadap pimpinan sidang Nuzul Rachdy.

"Saya malah mempertanyakan adakah rasa patriotisme diantara kita (anggota legislatif di DPRD Kuningan), aturannya sudah cukup jelas ada di peraturan pemerintah No. 44 tahun 1958 dan di Undang Undang RI No. 24 tahun 2009. Bukan di Tata tertib DPRD," tentang Deki.  Ini kan rapat resmi, seharusnya pengambil keputusan tertinggi di DPRD wajib dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, imbuhnya.

Terpantau oleh awak media massa jalannya rapat paripurna, Kamis (15/09/2022) ini menjadi sengit, terjadi perdebatan diantara aleg, menyoal tidak dinyanyikannya lagu Indonesia Raya, kepergian Deki dari ruang rapat istimewa itu di ikuti oleh aleg lainnya yang juga dari Gerindra. H Dede Imail selaku Ketua Fraksi yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kunngan, ketika rapat istimewa itu mendampingi Pimpinan Sidang, Nuzul Rachdy sempat mengingatkan diawal rapat tidak dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hal ini harus diakui sebagai kekhilfan pimpinan sidang dalam membawakan susunan agenda sidang, aku H Dede Ismail aelaku Wakil Ketua pimpinan sidang.

Sementara statemen anggota dari Fraksi Golkar pendek, Yudi Budiana menyebut "Kedepannya semoga bisa dilaksanakan," sebutnya. (Mans/Den)

×
Berita Terbaru Update