Notification

×

Iklan


Cari Bekuk Penjarakan Pejabat Dan Preman yang Di Sebut Oknum Penganiyaya Dua wartawan

20 September 2022 | Selasa, September 20, 2022 WIB Last Updated 2022-09-20T14:42:08Z


Kuningan, Patroli88investigasi - peristiwa tindak penganiyayan dan penyekapan terhadap dua orang jurnalis di Kabupaten Karang mendapat kecaman dari seluruh insan pers terutama dari PWI Jawa Barat mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut hingga menangkap dalang dan pelaku dari peristiwa secara tuntas.

Seperti yang di ungkapkan Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat, pada Selasa (20/09/2022) menyatakan rasa keprihatinan mendalam atas peristiwa itu. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini masih ada tindakan kekerasan adalah sebagai tindakan biadab. Maka Hilma berharap, jika terjadi ketidak setujuan atas pembwritaan di media massa sebaiknya diselesaikan melalui saluran yang sudah di tetapak Undang Undang No 40 tahun 1999 tentang Pers dan peraturan turunannya.

"Saluran untuk ketidaksetujuan itu sudah diatur oleh peraturan Dewan Pers. Pasti Dewan Pers akn memfasilitasi serta memediasinya sehingga peristiwa delik Pers bisa diselwsaikan swcara baik dan beradab," terang Hilman dalam siaran Persnya.

Seperti yang telah diketahui, lanjut Hilman Hidayat, Dua orang wartawan di Kabupaten Karawang yakni Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa diduga telah menjadi korban penganiyayaan dan penyekapan oleh sejumlah orang. Kedua korban tersebut sudah membuat laporan Polisi di Pokres Karawang. Dalam melaporkan didampingi kuasa hukum serta puluhan wartawan. Gusti dan Zaenal  melapor ke Polres Karawang. Adapun nomor laporan Polisi tersebut. No. laporan SLTTP/174/IX2022/SPKT.RESKRIM/Pokres Karawang/POLDA JAWA BARAT, Senin malam 19 September 2022.

Sedangkan kronologi peristiwa yang dialami korban penganiyayan dan penyekapan tersebut. Usai Launching 1951 Gusti yang saat itu masih berada di Stadion Sibgaperbangsa Karawang dibawa olh yang mengaku orang suruhan *seorang pejabat Karawang berinisial A* lantas Gusti di bawa ke bekas kantor PSSI Karawang. Setelah sampai di kantor tersebut ruang kantor langsung ditutup tidak boleh ada orang selain orang orang dari orang yang mengaku suruhan pejabat berinisial A, dan korban saja.

Dilaporkan korban, selain alat kerja Wartawan seperti Gedget, Hand Phon dirampas. Selang beberapa saat setelah korban dibawa ke ruangan tersebut mulai mendapat penganiayaan denga pukulan dari sejumlah orang yang berada di dalam ruangan tertutup itu. Bahkan menurut laporan korban, oknum pejabat A juga hadir di situ bahkan mencekoki dengan air kencing sebanyak tiga kali, tidak hanya itu, korbanpun mendapat hantaman bogem mentah di bagian kepala juga dibeberapa bagian tubuhnya.

Gusti korban berikutnyapun mendapat ancaman, "Jika soal ini berlanjut dan melapor, keluarga akan di habisi," ancamnya. Gusti daat keluar dari ruangan itu setelah dijemput oleh salah seorang keluarganya uang mengetahui keberadaan korban ada di dalam ruang itu. Korban mengalami penyekapan satu malam, yakni Sabtu malam hingga minggu dini hari. Korban di aniyaya sedari malam hingga pagi hari sampay tidak sadar diri, bisa pulang katena dijemut sodaranya, korban dapat diselamatkan langsung di bawa ke salah satu kantor dinas dan bisa pulang pukul 18.00 WIB 18  September 2022.

Sementara  korban Zaenal Mustafa di jemput dari rumahnya hari minggu pukul 14.00 WIB, setelah berada di dalam mobil jemputan, Zaenalpun mendapat siksaan deng pukulan pukulan hingga mengalami luka sobek di bagian kepalanya. Atas petistiwa tetsebut PWI Jawa Barat menyatakan menolak segala bentuk kekerasan terhadap wartawan seperti yang terjadi di Karawang itu. (Mans/Den)

×
Berita Terbaru Update