Notification

×

Iklan


WARGA TIDAK MAMPU BUTUH PERHATIAN KHUSUS DARI DINAS TERKAIT

5 Juli 2022 | Selasa, Juli 05, 2022 WIB Last Updated 2022-07-26T09:07:46Z


Kebumen , patroli88investigasi.com -  Ada lagi salah satu keluarga miskin yang bernama (SUTARNO alias kasino) berusia sekitar 56 tahuh, istrinya bernama (Sopiah) berusia 53 Tahun. Rt 03 Rw 03, Dukuh Kedung Sawit, desa Kertodeso kecamatan Mirit kabupaten Kebumen. Yang amat sangat memprihatinkan, sebab kurangnya mendapat perhatian dari pemerintahan setempat. Keluarga miskin tersebut sangat membutuhkan uluran bantuan dari Pemerintah. Terkait rumahnya yang amat sangat rapuh alias rumah tidak layak huni (RTLH). Tembok muka depan terbuat dari bata sekitar 1 meter, keatasnya menggunakan triplek, samping menggunakan seng, namun sudah banyak yang rusak, lebih parahnya lagi jika pada musim penghujan rumah tersebut banyak yang bocor dikarenakan atap kayu banyak yang rapuh. Senin, (04/07/2022).

 (Sutarno) sendiri hanya sebagai buruh harian lepas di Jakarta, sebab dikampung tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap. Ditambah lagi istrinya yang bernama (Sopiah) juga sering sakit sakitan bahkan sudah tidak mampu untuk bekerja. Menurut tetangga yang tidak mau disebutkan namanya, (Sutarno) memang keluarga tidak mampu (miskin). Untuk kebutuhan sehari hari saja sangat bingung, di tambah lagi (Sopiah) hanya bisa pasrah menunggu kiriman dari suami yang tidak menentu hasilnya. Bahkan anak yang ke dua ikut bekerja, sebagai pengajar bantu di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kecamatan Karang Gayam, agar dapat menopang kebutuhan sehari hari orang tuanya. Karena anak pertamanya sudah menikah serta tinggal di Kabupaten Banjar Negara.

Saat awak Media mendatangi kediamanya dan di temui oleh istrinya yang bernama (Sopiah) menuturkan bahwa rumahnya setiap musim hujan pada bocor, Alhamdulillah saya juga mendapatkan bantuan dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah, jadi bisa untuk mengulur kebutuhan sehari hari. Jika saat ini berfikiran untuk membangun rumah, buat membetulkan saja tidak punya biaya, buat makan dan kebutuhan sehari hari bisa cukup, saya sudah bersyukur." Tutur Sopiah.

Lalu awak Media melanjutkan untuk menemui kepala desa (KADES) di kantor balai desa Kertodeso sekitar pukul 11.30 wib, kebetulan beliu tidak ada di tempat. Sehingga kami hanya bisa menerima keterangan dari kepala Dusun (KADUS) setempat terkait warganya yang tidak mampu.  Menjelaskan bahwa Sutarno masih keponakan dengan keluarga saya, dan membenarkan Sopiah sering sakit sakitan, membenarkan bahwa keluarga tersebut mendapat bantuan pangan non tunai (BPNT)." Ucapnya.

 Dulu Sutarno juga pernah mendapatkan bantuan untuk Rumah Tidak layak huni (RTLH) sekitar tahun 2017. Sekitar pada tahun 2020/2021 juga ada peninjauan dari Dinas perumahan pemukiman (PERKIM). Namun sampai saat ini belum ada kejelasan kapan bantuan itu akan turun." Imbuh kadus saat ditemui di ruang balai Desa Kertodeso.

SUNARDI selaku awak Media berharap kepada Bupati Kebumen Arif Sugianto, Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sarimun, Kepala Dinas Sosial (KADINSOS), dan para SEDULUR kabupaten Kebumen, segera turun untuk melakukan survay atau meninjau langsung ke lokasi dimana warga tersebut memang benar benar membutuhkan bantuan. Dan melakukan tindakan yang tepat sesui dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Bahwa Fakir miskin dan anak anak yang terlantar di pelihara oleh Negara.

(Sunardi,shlh)



×
Berita Terbaru Update