Notification

×

Iklan


NU Karanggintung menyelenggarakan kaderisasi Ilmu pelatihan Fikih Jenazah An-Nahdliyah

19 Juli 2022 | Selasa, Juli 19, 2022 WIB Last Updated 2022-07-26T09:07:46Z




Banyumas,Patroli88Investigasi,Com_Pengurus Ranting NU Karangintung Kec Sumbang Kab Banyumas bekerjasama dengan Takmir Masjid Asyamsuri menyelenggarakan kaderisasi pelatihan Fikih Jenazah An-Nahdliyah dengan  menghadirkan narasumber Gus M. Sa’dullah dan Gus Irchamni, tokoh muda militan NU dari PC Lembaga Bahtsul Masail NU Kab Banyumas.

Sedikitnya 77 an orang peserta yang hadir adalah warga Desa Karanggintung Kec Sumbang Kab Banyumas, unsur Kayim dari setiap RW, Ketua RT, Ketua RW, PKK, Dawis, Muslimat Fatayat, Ansor Banser, Imam Masjid, Mushola Serta Pengurus NU dan Warga masyarakat umum yang semua sangat antusias mengikuti pelatihan perawatan jenazah di masjid Asyamsuri Karangintung, Senin Malam Ba'da Isya' (18/07/2022).




Pra Acara pelatihan diisi dengan hadroh dari Santriwan-santriwati Pondok Pesantren Sain Al-Qur'an Nusantara Tambaksogra Kec Sumbang, selanjutnya secara resmi Pelatihan dibuka oleh ketua Ketua pengurus ranting NU Karanggintung, Kiai M. Fuad Hasyim dengan membaca Al-Fatihah bersama-sama, menyampaikan  sambutan singkat berupa ucapan terima kasih serta permohonan maaf atas segala kekurangan dari panitia dalam menyelenggarakannya.

Kiai M. Fuad Hasyim, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas partisipasi dan kerjasamanya, dan semua peserta yang hadir, semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan juga terima kasih banyak atas kesediaan dan kehadiranya Nara Sumber yang akan menyampaikan materi pelatihan pada malam ini meliputi tiga langkah Penanganan Mayit, diantaranya : pada fase ketika sakaratul maut atau menjelang ajal, saat setelah ruh dicabut dan tajhizul mayit atau merawat mayit, yang kesemuanya itu akan disampaikan rinci oleh dua narasumber secara bergantian sesuai dengan kapasitas bidang keilmuanya M. Sa’dullah dan Gus Irhamni.

Kegiatan perawatan jenazah seperti malam ini harus terus dirutinkan dan diestafetkan sesuai fikih jenazah An-Nahdliyahf, sehingga masing-masing ketua RT / RW, warganya, tokoh masyarakatnya, apalagi para Pengurus takmir masjid dan mushola, pengurus NU Banom NU, Lembaga NU beserta warganya akan trampilan dan memadai, mulai dari proses memandikan, mengkafani, menshalati, dan menguburkan, meski sudah ada petugas dari desa atau kelurahan, jelas Kiai M. Fuad Hasyim


"Ini pengetahuan sangat penting bagi semua lapisan masyarakat dan khususnya warga nahdliyin, selain untuk kaderisasi, pelatihan ini juga perlu dilakukan berkesinambungan dan nantinya akan dilakukan secara bergilir ke tempat-tempat yang lain," ujar Ketua Pengurus Ranting NU Karanggintung, Kiai M. Fuad Hasyim, Senin malam (18/07/2022).

Secara bergantian dua nara sumber pelatihan, M. Sa’dullah dan Gus Irham, menyampaikan bahwa kami dari PC LBM NU kab Banyumas sangat bangga, mengapresiasi dan memberikan support terhadap kegiatan pelatihan perawatan Jenazah malam ini yang diprakarsai oleh PRNU Karanggintung bekerjasama dengan Takmir Masjid Asyamsuri Karangintung dan support langsung dari PC Lembaga Bahtsul Masail NU Kab Banyumas, sekaligus sebagai nara sumbernya, jelas Gus M. Sa’dullah.

"Yang harus kita perhatikan disetiap tahapan perawatan jenazah itu harus secara runtut, tertib dan rapih, di saat memandikan jenazah harus dalam kondisi lurus, jika tanganya tidak dalam keadaan sedakep harus disedakepkan dulu dan atau misalnya kakinya tidak dalam kondisi lurus maka harus di luruskan terlebih dahulu dan lain sebagainya," paparnya.

Disampaikan juga ketika memandikan baiknya menggunakan air yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin kemudian diutamakan dari kalangan keluarga inti terlebih dahulu Untuk yang memandikan jenazahnya, tambah Gus Irchamni 

"Saat mengkafani jenazah laki-laki dan perempuan tentunya ada perbedaan, Untuk mayit laki-laki, disiapkan 5 lembar kain kafan bersih warna putih yang terdiri dari 3 kain lebar, baju kurung dan sorban. sedangkan Untuk mayit perempuan, disiapkan 5 lembar kain kafan yang terdiri dari 2 lembar kain lebar, baju kurung, kerudung dan sarung", tegasnya.

Salah satu peserta pelatihan 

*Djarmato/Slh*


×
Berita Terbaru Update