-->
  • Jelajahi

    Copyright © Patroli88investigasi.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sungguh ironis Kepala UPT PSDA kroya serta pemdes Desa Pasuruan Buta batas tanggul sungai

    11 June 2022, Saturday, June 11, 2022 WIB Last Updated 2022-06-11T04:42:52Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Cilacap, patroli88investigasi.com –Kegiatan kerja bhakti perangkat Desa Pasuruan di tanggul sungai jumat 3/6/2022 yang berimbas di bongkar nya rumah kediaman Karjono ( 73 ) yang hanya tinggal bersama istrinya terpaksa pindah ke Desa Kemojing namun sungguh menjadi keprihatinan karena baik Perangkat Desa Pasuruhan maupun Petugas UPT PSDA Kroya Cilacap tidak ada yang tahu tentang dimana letak perbatasan tanggul sungai yang ada di Desa Pasuruhan kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap.

    Kepala UPT PSDA Kroya Sukirman dan salah satu staff yang di dampingi Sekdes Pasuruhan Saryono serta perangkat Desa Pasuruhan Aris datang melihat langsung ke lokasi bekas Rumah Karjono yang dibongkar Jumat 10/6/2022 ternyata saat ditanya oleh awak media tentang dimana batas tanggul sungai Kepala UPT PSDA Kroya Sukirman dan Sekretaris Desa Pasuruhan mengatakan tidak tahu tentang batas patok batas tanggul sungai yang ada di Desa Pasuruhan kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. 


    Tepat diatas tanah bekas rumah Karjono yang di bongkar di area utara pasar Desa Pasuruhan kepala UPT PSDA Kroya Sukirman mengatakan pada awak media bahwa sebelum ada kegiatan kerja bhakti yang di laksanakan oleh semua perangkat Pemerintahan Desa Pasuruhan di tanggul sungai  ada pertemuan dirinya dengan pemerintahan Desa Pasuruhan tentang pemeliharaan tanggul sungai agar tidak ditanami pepohonan. 

    Namun kepala UPT PSDA Kroya Sukirman saat ditanya oleh awak media tentang apakah Pemerintahan Desa Pasuruhan oleh UPT PSDA Kroya di suruh mengadakan program pembersihan tanggul sungai yang notabene wilayah sungai adalah wewenang dari PSDA justru Sukirman mengalihkan jawaban dengan menjawab bahwa kemungkinan bukan program tetapi kegiatan kepedulian Pemerintahan Desa Pasuruhan. 

    Patut diduga adanya kesan tebang pilih tentang adanya kegiatan pembersihan tanggul sungai yang ada di Desa Pasuruhan karena  terbukti justru terlihat jelas masih ada  beberapa tanaman pohon dan berdirinya bangunan yang berdiri di atas tanggul sungai tetap dibiarkan saja. 

    Adanya pernyataan kadus Pilu dan Kadus nawin yang dengan tegas mengatakan bahwa kegiatan kerja bhakti pembersihan tanggul sungai adalah merupakan program Desa Pasuruhan justru disanggah oleh pernyataan sekertaris Desa Pasuruhan Saryono yang mengatakan bahwa kerja bhakti perangkat Desa di tanggul sungai bukan merupakan sebuah program Desa karena tidak menggunakan keuangan dari anggaran Desa. 

    Sedangkan penuturan sekdes Pasuruan Saryono dalam  kegiatan kerja bhakti perangkat Desa di tanggul sungai tidak menggunakan anggaran keuangan Desa Pasuruan.

    Salah satu Perangkat Desa Pasuruhan bernama Aris yang diketahui sebagai Bendahara Desa pasuruhan saat kepala Desa dijabat oleh Panut  saat ditanyakan oleh awak media apakah kerja bhakti di tanggul sungai tidak menggunakan anggaran Desa Pasuruhan menjawab bahwa setelah kades yang baru yaitu kades Watim dirinya sudah tidak lagi menjadi bendahara Desa sudah digeser posisinya tidak lagi sebagai bendahara Desa di pemerintahan Desa Pasuruhan. 

    Pertanyaan besar ketika masing masing perangkat Desa Pasuruhan  berbeda pendapat dalam penyampaian status kegiatan kerja bhakti yang diadakan di tanggul kali yang ada di Desa Pasuruan ,ada yang mengatakan kegiatan tersebut merupakan sebuah program Desa Pasuruhan namun ada yang mengatakan bukan Program Desa. 

    Dan tentunya Menjadi sebuah keprihatinan tletika kegiatan kerja bhakti perangkat Desa Pasuruhan yang secara wewenang  pemeliharaan merupakan tugas  PSDA tetapi tidak tahu tentang dimana batasan patok tanggul sungai. 

    (Shlh)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini