-->
  • Jelajahi

    Copyright © Patroli88investigasi.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Lagi Lagi Terjadi Wartawan Di Pati Dianiaya, Pimpinan Redaksi mengutuk Keras

    11 June 2022, Saturday, June 11, 2022 WIB Last Updated 2022-06-11T14:01:06Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Pati,Patroli88investigasi.com- Pati, Pimpinan Redaksi Media Pena Berlian Online dan Duta Lampung, M.Nurullah,  mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap   Sholihul Hadi (Kepala Biro Pena Berlian, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah), yang berprofesi sebagai wartawan di Kabupaten setempat, oleh   Tompel (37) Warga Desa Karangkonang.

    Saya mengutuk keras aksi penganiayaan dan main hakim sendiri terhadap wartawan  Pena Berlian yang diduga dilakukan oleh oknum pemuda Serutsadang, Winong yang tidak bertanggung jawab,” tegas, M. Nurullah RS, Pimpinan Redaksi Duta Lampung dan Duta Pena Berlian Online, Sabtu (11/6/2022)


    Profesi jurnalis di lindungi Undang-undang, tidak bisa dilecehkan begitu saja. Kepolisian harus segera melakukan pemanggilan terhadap para pelaku yang melakukan Kekerasan terhadap Sholihul Hadi (Kepala Biro pena Berlian) Kabupaten Pati provinsi Jawa Tengah. 


    Pimred Pena Berlian juga mennyayangkan, dokter Puskesmas Winong , Pucakwangi ,dr.Basuki yang enggan melakukan visum karena dianggap biasa dan hannya merasa dipukul atau luka dan cuma diberi resep dokter.

    “Padahal saat saya konfirmasi wartawan saya Sholihul Hadi mengaku batang hidung dan rahang patah  serta cacat permanen, dengan bukti-bukti dikirim foto kemeja redaksi,”ungkap Nurullah.

    Pimred Pena Berlian juga mennyayangkan terhadap pelayanan Polsek Winong yang terkesan mengabaikan laporan Wartawan korban penganiayaan wartawan Pena Berlian. 

    “Apa lagi Sholihul Hadi ini notabene nya seorang wartawan. Ini sudah bentuk kriminal terhadap seorang jurnalis. Bahkan korban yang dianiyaya oleh pelaku konon kabarnya bukan hannya satu orang,”ungkap Nurullah

    Lanjutnya, wartawan adalah elemen utama sebagai kontrol sosial, baik terhadap pemerintahan maupun masyarakat pada umumnya. Serangan terhadap pekerja pers atau wartawan ibarat serangan terhadap komponen pengawasan di sebuah institusi.

    Penyerangan terhadap pers adalah kejahatan di atas kejahatan, yakni sebuah tindak pidana kejahatan yang dilakukan untuk memback-up kejahatan yang sedang dilakukan sang penyerang.

    Sereya mengatakan “Untuk itu, diharapkan kepada pihak kepolisian baik Polsek Winong atau Polres Pati agar segera menangkap dan mengamankan pelaku tindak kekerasan dan Penganiayaan yang menimpa korban”Pungkasnya.

    Terpisah berdasarkan informasi dan keterangan yang dihimpun oleh tim media Pena Berlian dan Duta Lampung, Penganiayaan dan Percobaan Pembunuhan yang dilakukan Tompel (37) Warga Desa Karangkonang Kepada Korban DS ( 42) , menemui jalur buntu.

    Kronologi kejadian berdasar keterangan saksi sumberharjo (52) , Asih (67) , Surisih (56), Sukiran (56), tetangga Korban , semula menyaksikan Tompel naik Ke pohon randu milik Korban , lalu diingatkan oleh Korban agar turun dan tidak mengambilnya , namun pelaku berang menjatuhkan Golok , turun dari pohon lalu menganiaya korban selanjutnya mengancam dan akan membunuh Korban.

    Akibat penganiayaan tersebut berdasarkan keterangan korban SH Menderita Jejas serius di beberapa bagian wajah, pelipis , dahi dan mata .

    Mencuatnya Pemberitaan Seorang wartawan Duta-Pena yang Dikeroyok dan dianiaya seorang Warga Karangkonang inisial Tompel disebuah Laman Website itu benar benar adanya “, terang Hartini.

    Berdasarkan petunjuk ,Hartini dari KUB Harum Taylor dalam membuat berita acara terhadap insiden pengeroyokan yang dialami SH salah seorang wartawan Duta-Pena , Kepolisian Polsek Winong dianggap Diskriminatif dan tidak Presisi.

    Seiring dengan insiden yang menimpa SH, ED ,KE (korban) pada Jumat (10/6/2020) di Karangkonang, kec, Winong penganiayaan yang dilakukan oleh pemuda Serutsadang, Winong , menurut keterangan korban, ini perbuatan sangat tidak manusiawi.

    Atas peristiwa ini Nurullah Selaku Pimpinan Redaksi mengutuk keras tindakan kekerasan ini. Dan minta aparat penegak hukum segera usut tuntas. Agar wartawan di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Timur mendapat perlindungan hukum sesuai aman UU Pers,”  Para pelaku telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam UU itu disebutkan dalam menjalankan profesinya, wartawan mendapatkan perlindungan hukum.

    By Budi Chulad

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini